Aneurisma Otak Berisiko Pecah, Ini Solusi Medis Minim Invasif

Aneurisma Otak Berisiko Pecah, Ini Solusi Medis Minim Invasif

Aan Abdau Rizal - detikJatim
Jumat, 30 Jan 2026 20:42 WIB
Aneurisma Otak Berisiko Pecah, Ini Solusi Medis Minim Invasif
Foto: DetikHealth/Nafilah Sri Sagita K
Jakarta -

Aneurisma otak merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika pembuluh darah di otak mengalami pelemahan dan membentuk tonjolan menyerupai buah beri yang menggantung. Kondisi ini muncul akibat penipisan dinding pembuluh darah arteri, terutama di area percabangan pembuluh yang secara alami lebih lemah.

Seiring waktu, aneurisma otak dapat membesar dan berisiko pecah secara tiba-tiba. Jika pecah, kondisi ini dapat menyebabkan stroke perdarahan yang mengancam nyawa dan membutuhkan penanganan medis segera. Dokter Spesialis Bedah Saraf Fellow Neurovaskular Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Nia Yuliatri, SpBS, MKes, menjelaskan bahaya kondisi tersebut.

"Saat Aneurisma Otak pecah, penderitanya dapat mengalami gejala seperti sakit kepala yang hebat secara tiba-tiba, mual dan muntah, pandangan kabur atau penglihatan ganda, kejang, hingga penurunan kesadaran. Ini merupakan kondisi gawat darurat yang harus ditangani dengan cepat dan tepat," ujar dr Nia Yuliantri, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menangani aneurisma otak dan mencegah risiko pecah, terdapat dua pilihan tindakan medis. Pertama, pembedahan terbuka dengan prosedur clip, yakni menjepit pangkal aneurisma untuk menghentikan aliran darah ke dalamnya. Kedua, tindakan intervensi endovaskular melalui prosedur Endovascular Coiling yang bersifat minimal invasif, sehingga risiko infeksi lebih rendah dan masa pemulihan relatif lebih cepat dibanding pembedahan terbuka.

"Endovascular Coiling dilakukan di laboratorium kateterisasi (Cath Lab) menggunakan kateter yang diarahkan langsung ke lokasi aneurisma. Selanjutnya, dokter akan memasukkan kawat coil melalui kateter hingga memenuhi kantong aneurisma sehingga darah tidak bisa mengalir masuk ke dalam lagi," tambah dr. Nia.

ADVERTISEMENT

Namun demikian, tindakan Endovascular Coiling memerlukan keahlian khusus serta pengalaman tim medis yang terlatih. Layanan tersebut tersedia di Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital, yang menghadirkan layanan komprehensif berstandar internasional mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan neuro intervensi dan bedah saraf, hingga neuro rehabilitasi, termasuk penanganan aneurisma otak.

Salah satu tantangan dalam penanganan aneurisma otak adalah banyaknya kasus yang tidak disadari oleh penderitanya. Aneurisma sering kali tidak menimbulkan gejala selama ukurannya kecil dan belum pecah.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Fellow Neurovaskular Mayapada Hospital Kuningan, dr. Ingrid Ayke Widjaya, SpBS, mengungkapkan bahwa gejala baru muncul ketika aneurisma membesar dan menekan jaringan di sekitarnya.

"Apabila aneurisma membesar dan menekan jaringan sekitarnya, penderitanya dapat mengalami keluhan akibat penekanan tersebut. Keluhannya dapat berupa nyeri kepala, gangguan gerak bola mata, gangguan penglihatan dan lain lain," jelas dr.Ingrid

Menurut dr. Ingrid, terdapat sejumlah faktor risiko aneurisma otak yang perlu diwaspadai sejak dini.

"Faktor risiko ini seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), rentang usia 30-60 tahun, berjenis kelamin perempuan dan sudah menopause, riwayat cedera kepala, mengonsumsi alkohol berlebih, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga dengan aneurisma otak," paparnya.

Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko tersebut.

"Deteksi dapat dilakukan dengan beberapa pemeriksaan seperti MRI dan MRA untuk mendeteksi aneurisma otak yang belum pecah. Apabila dicurigai ada perdarahan otak, maka pemeriksaan CT scan merupakan pilihan pertama. Pemeriksaan pembuluh darah lanjutan, seperti CT Angiografi, MR Angiografi dan Digital Substraction Angiography (DSA) dilakukan untuk melihat gambaran lebih detail mengenai lokasi, bentuk, proyeksi, dan ukuran aneurisma," ungkapnya.

Pemeriksaan dan penanganan komprehensif aneurisma otak dapat dilakukan di Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital yang didukung fasilitas medis canggih dan tim dokter multidisiplin. Pasien dapat menjadwalkan pemeriksaan melalui aplikasi MyCare dengan kemudahan transaksi layanan melalui berbagai kanal pembayaran yang terintegrasi.

Selain itu, Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital juga dilengkapi layanan Stroke Emergency yang siaga 24 jam untuk menangani kegawatdaruratan stroke secara cepat dan tepat, dengan standar protokol internasional Door to Needle kurang dari 60 menit. Layanan ini dapat diakses melalui nomor darurat 150990 atau fitur Emergency Call di aplikasi MyCare.

Beragam informasi seputar kesehatan saraf dan otak, termasuk keberhasilan tim medis Tahir Neuroscience Center, juga tersedia melalui fitur Health Articles & Tips di MyCare. Aplikasi ini dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, jumlah langkah, kalori terbakar, hingga indeks massa tubuh (BMI) yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access. Aplikasi MyCare dapat diunduh melalui Google Play Store dan App Store, dengan bonus reward point bagi pengguna baru yang dapat dimanfaatkan untuk potongan harga layanan di Mayapada Hospital.




(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads