Menko Pangan Zulhas Dorong Penguatan Budidaya Perikanan di Gresik

Menko Pangan Zulhas Dorong Penguatan Budidaya Perikanan di Gresik

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 28 Jan 2026 09:45 WIB
Menko Pangan Zulhas Dorong Penguatan Budidaya Perikanan di Gresik
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengunjungi Kampung Bandeng di Desa Nelayan Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik (Foto: Dok. Istimewa)
Gresik -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengunjungi Kampung Bandeng di Desa Nelayan Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Selasa (27/1/2026) petang.

Kunjungannya ini sebagai bagian dari upaya penguatan sektor budidaya perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas melakukan panen ikan bandeng bersama para petambak serta berdialog dengan sekitar 200 pembudidaya yang hadir di lokasi. Selain itu, Zulhas juga meninjau bazar UMKM yang menampilkan beragam produk olahan hasil perikanan dan usaha rumahan warga, di antaranya bandeng beku dan berbagai olahan ikan bandeng lainnya. Pada kesempatan yang sama, ia turut menangkap ikan bandeng hasil budidaya masyarakat setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulhas mengapresiasi pengembangan Kampung Bandeng Pangkah Wetan sebagai bagian dari strategi nasional dalam menjaga pasokan pangan dan menciptakan lapangan kerja di wilayah pesisir.

"Panen bandeng hari ini menunjukkan bahwa sektor perikanan budidaya memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sinergi pusat dan daerah harus terus diperkuat agar kawasan seperti ini semakin berkembang," ujar Zulhas.

ADVERTISEMENT

Zulhas menyebut, Kabupaten Gresik merupakan salah satu sentra utama produksi ikan bandeng nasional. Pada tahun 2024, volume produksi bandeng di Gresik tercatat mencapai 90.416 ton, setara 55 persen dari total produksi Jawa Timur dan sekitar 11 persen dari produksi nasional.

Diketahui, Desa Pangkahwetan telah ditetapkan sebagai Kampung Bandeng oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 27 Tahun 2022.

Desa ini memiliki luas tambak sekitar 378 hektare dengan jumlah pembudidaya sebanyak 613 orang serta melibatkan tenaga lepas harian mencapai 2.456 orang. Sebagian besar usaha budidaya perikanan di wilayah ini masih dilakukan secara tradisional dan bersifat polikultur, dengan komoditas utama meliputi bandeng, udang vaname, udang windu, ikan nila, dan ikan tawes.

Ikan bandeng telah menjadi bagian dari identitas Kabupaten Gresik dan dibudidayakan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Diharapkan sektor budidaya perikanan bisa semakin berkembang tiap tahunnya serta berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Gresik.




(hil/abq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads