Kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo di Trenggalek bertambah. Dua bangunan sekolah dasar mengalami retak-retak dan rawan roboh.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Stefanus Triadi Atmono, mengatakan dua sekolah yang rusak berada di Kecamatan Panggul, yakni SDN 3 Manggis dan SDN 1 Terbis.
"Untuk SDN 3 Manggis yang rusak ruang kelas VI kantor," kata Triadi, Selasa (27/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruang kelas VI tersebut kondisi wuwung atap ambles dan rawan ambrol. Selain itu terjadi retakan pada bagian tembok dan lantai.
"Kondisi ruang kelas ini sudah miring dan tadi juga ada plafon yang runtuh. Kalau di kantor hanya plafon yang runtuh," ujarnya.
Sementara itu kondisi keruskan di SDN 1 Terbis cenderung lebih ringan, sejumlah dinding ruang kelas VI dan V mengalami retak-retak.
Terkait kondisi ini BPBD Trenggalek berkoordinasi dengan dinas terkait untuk proses penanganan. Pihaknya berharap ruang yang kondisinya rusak parah untuk tidak dimanfaatkan demi menjaga keselamatan para siswa.
"Kami koordinasikan dulu agar bisa diambil langkah strategis ke depan untuk keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar," jelasnya.
Sebelumnya BPBD Trenggalek juga mencatat gempa bumi tersebut juga merusak atap kantor Kecamatan Dongko. Akibatnya tiga pegawai mengalami luka-luka akibat tertimpa genting.
Dari data BMKG gempa bumi dengan magnitudo 5,6 terjadi pukul 8.20 WIB di 25 kilometer timur Pacitan. Gempa berpusat pada kedalaman 105 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
(auh/abq)
