Sebanyak dua ekor ular piton berhasil dievakuasi dari gedung Taman Kanak-kanak (TK) di Desa Sabiyan, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan. Tak hanya jadi sarang ular, gedung TK juga jadi sarang lebah.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Bangkalan, Moch Arif Mahmud mengatakan dua ekor ular piton tersebut dievakuasi saat bersembunyi di plafon ruang guru TK. Karena hal ini proses evakuasi pun sempat terkendala.
"Ular piton bersembunyi di tempat yang cukup sulit dijangkau, dan sempai membuat petugas Damkar Bangkalan sedikit kesulitan untuk menangkapnya," kata Arif, Selasa (27/01/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif menambahkan pihaknya juga harus dua kali ke gedung TK. Ini karena awalnya laporan hanya ada satu ekor ular piton, namun setelah itu pihaknya kembali menerima laporan di lokasi yang sama.
"Petugas Damkar terpaksa menjebol plafon untuk proses evakuasi sepanjang 4 meter. Siang harinya di lokasi yang sama masih ada satu ekor ular dengan jenis serupa, tapi lebih pendek, sekitar 2 meter," ujarnya.
Keberadaan Ular piton itu awalnya diketahui oleh seorang pekerja yang sedang renovasi di bagian belakang gedung TK. Guru yang menerima laporan itu langsung menghubungi Damkar Bangkalan.
"Saat dilakukan evakuasi, para siswa sudah tidak ada di sekolah karena sudah pulang. sehingga tidak menciptakan kepanikan dari para siswa maupun wali murid," tuturnya.
Tidak hanya jadi sarang ular, atap ruang guru TK itu juga sarang lebah madu. Mendapati ini, petugas damkar kemudian menggunakan asap untuk menenangkan lebah.
"Di plafon itu juga ada sarang lebah, dan kami langsung evakuasi," tandasnya.
(auh/abq)











































