Warga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan digegerkan dengan proses pengeboran sumur yang keluar minyak tanah, Kamis (8/1/2026). Pengeboran yang bertujuan mencari sumber air bersih itu, tiba-tiba keluar minyak di kedalaman 105 meter meski saat ini semburan minyak sudah surut.
Kepala Dinas ESDM Jatim Aris Mukiyono masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) dan akan diumumkan oleh SKK Migas Jabanusa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih menunggu hasil lab-nya. Sesuai SOP laboratoium, hasilnya akan keluar dalam 14 hari kerja, kira-kira 9 Februari mendatang," kata Aris didampingi Kabid EBT Rendy Herdijanto saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (27/1/2026).
Rendy membeberkan tim dari Pertamina bersama ESDM Jatim telah mengambil sampel di lokasi. Diduga, ada kandungan minyak bumi di sumur tersebut.
"Saat dilakukan pengoperasian pompa, air keluar bersamaan dengan cairan yang diduga minyak bumi. Lokasi pengeboran air yang mengeluarkan cairan diduga mengandung minyak bumi berada di area halaman depan rumah milik warga," jelasnya.
"Pihak PHE WMO sudah mengambil sampel air sebanyak 3 botol pada kedalaman 8 Mete3 dan 16 Meter. Nanti untuk hasil sampel akan disampaikan oleh SKK Migas Jabanusa, apakah cairan yang keluar pada sumur air tersebut mengandung minyak bumi atau tidaknya," tambahnya.
Rendy mengatakan saat ini telah ada larangan agar warga sekitar tidak mendekat ke sumur tersebut, termasuk larangan beraktivitas yang bisa memicu kebakaran.
"Telah dilakukan larangan melalui pihak Kecamatan Klampis kepada warga sekitar untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di dekat lokasi sumur tersebut dan juga larangan mengambil cairan yang diduga minyak untuk keperluan apapun," tandasnya.
