Dukungan moral untuk Wali Kota Madiun Maidi terus mengalir. Setelah sebelumnya halaman Balai Kota dipenuhi karangan bunga, kali ini ratusan warga menggelar aksi tanda tangan sebagai bentuk solidaritas menyusul kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Aksi tanda tangan tersebut digelar di kawasan wisata ikon Kota Madiun, Pahlawan Street Center (PSC), Sabtu (24/1/2026). Warga membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang sekitar 100 meter yang dibentangkan di trotoar, mulai dari depan Balai Kota Madiun di Jalan Pahlawan.
Ketua DPD Srikandi BP 08 Jatim, Dewi Yulaika menyampaikan, Maidi layak disebut sebagai bapak pembangunan Kota Madiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya Ketua DPD Srikandi BP 08 Jatim, Dewi juga ketua DPC Kota Madiun bahwa srikandi menyebut Bapak Maidi adalah bapak pembangunan," ujar Dewi kepada wartawan di PSC Kota Madiun, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Dewi, julukan Kota Madiun sebagai kota pemaaf juga layak disematkan, selain dikenal sebagai Kota Gadis dan Kota Pendekar. Ia menilai respons masyarakat terhadap kasus yang menjerat Maidi berbeda dengan kasus OTT pejabat lainnya.
"Kenapa kota pemaaf, karena selama ini tersangka OTT selalu dihujat tapi tidak untuk Pak Maidi. Pak Maidi sudah membangun Kota Madiun," jelas Dewi.
"Pak Maidi itu kena OTT tapi ditangani didoakan yang baik-baik," imbuh Dewi, sambil menahan tangis.
Dukungan serupa juga disampaikan Budiono (58), warga Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun. Ia menilai kecintaan warga terhadap Maidi masih sangat besar.
"Intinya masyarakat Kota Madiun banyak yang cinta dengan pak Maidi," ucap Budiono.
Sebelumnya, halaman Balai Kota Madiun dipenuhi karangan bunga berisi ucapan dukungan moral untuk Maidi yang telah ditetapkan sebagai tersangka usai terjaring OTT KPK terkait dugaan fee proyek dan dana CSR di Kota Madiun.
Karangan bunga tersebut datang dari berbagai elemen masyarakat yang mengaku merasa kehilangan sosok pemimpin yang dinilai telah mengubah wajah Kota Madiun. Karangan bunga tampak memenuhi halaman Balai Kota hingga ke pinggir jalan.
"Madiun tak seindah ini tanpa bapak Maidi," bunyi tulisan salah satu karangan bunga yang mengatasnamakan Srikandi Kecamatan Manguharjo, seperti dilihat detikJatim, Kamis (22/1/2026).
(irb/hil)
