PPP Jawa Timur akan segera menggelar Muswil pada tahun 2026 ini. Muswil merupakan agenda rutinan, setelah digelar pada tahun 2021 lalu.
Anggota Fraksi PPP DPRD Jatim, Nurul Huda (Ra Huda) menyebut partai berlambang Ka'bah ini membutuhkan kader dari Madura untuk menduduki posisi strategis pada periode kepemimpinan 2026-2031 mendatang. Huda menilai kader PPP di Madura memberikan kontribusi dalam setiap perhelatan Pemilu.
"Kader PPP di Madura sangat konsisten dan mengakar. Sehingga setiap Pemilu legislatif selalu mendapatkan kursi baik di DPR RI, DPRD Provinsi Jatim hingga DPRD di empat kabupaten kursinya tidak pernah kosong," kata Huda saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (23/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Huda menyebut kader PPP di wilayah Madura memiliki solidaritas yang kuat.
"PPP di Madura memiliki basis yang kuat. Sehingga pada Musyawarah Wilayah PPP Jatim kader PPP Madura raya ini perlu dipertimbangkan masuk dalam komposisi strategi struktur partai," jelas Ra Huda.
Kendati demikian, Huda enggan menyebut siapa kader PPP wilayah Madura yang layak masuk posisi strategis di DPW PPP Jawa Timur.
"Untuk siapa dan seperti apa kader tersebut. Nanti kita pasrahkan kepada pemilik suara di Musywil. Yang jelas kami berharap ke depan ada kader PPP Madura yang jadi Ketua atau Sekwil PPP Jatim," pungkasnya.
Sementara Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menyebut kegagalan PPP masuk Senayan menjadi pukulan telak untuk kader. Apalagi, Jatim merupakan basis suara PPP.
"PPP pertama-tama harus fokus memulihkan kepercayaan diri para kader. Tidak lolos parlementary threshold (PT) Pemilu 2024 jelas memukul kader-kader yang bertarung, khususnya DPR RI. Dengan demikian konsolidasi harus menjadi fokus utama dengan penguatan kader-kader ideologis. Selain itu juga menambal wilayah-wilayah yang selama ini masih minimalis guna meratakan wilayah guna memenuhi syarat PT," jelasnya.
"Terkait Jawa Timur, sebenarnya PPP punya basis massa yang juga relatif kuat dan ideologis. Ada sejarah panjang partai ini dalam dinamika masyarakat dari pemilu ke pemilu, stok kader juga relatif aman tersedia cukup banyak. Hanya untuk momen kali ini perlu kader pejuang yang punya semangat kuat untuk mengabdi dan berbakti pada partai sepenuhnya," jelasnya.
Surokim menyebut dengan kader ideologis dan loyal, ia memprediksi PPP bisa bangkit terutama di wilayah Jatim.
"Nah kader genuine yang sudah berproses lama di partai, ideologis, mau mengabdi pada partai tentu menjadi pilihan yang masuk akal. Indikator ini penting untuk menjadi perhatian. Partai ini juga harus lebih terbuka saja," jelasnya.
"Menurut saya yang wajib itu kompetensi dan indikator, sebab partai ini juga butuh ekspansi lebih massif dengan prinsip-prinsip manajerial partai modern," tandasnya.
(auh/abq)











































