Banjir yang melanda lima kecamatan di Situbondo memakan korban jiwa. Tiga warga Besuki tersengat listrik. Dua orang dilaporkan meninggal.
Korban diduga tersengat listrik dari penerangan jalan umum (PJU) yang kebetulan ada kabel terkelupas dan mengaliri tiang listrik.
Kedua korban yang meninggal dunia yakni Adinda Putri Rahayu (17) dan Abdul Wahed (45). Keduanya merupakan bapak dan anak, warga Besuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara satu korban atas nama Balfa (2) saat ini dalam perawatan di rumah sakit setelah tersengat di rumah di saat kondisi banjir.
"Korban merupakan bapak dan anak. Kejadiannya di jalan Madura Besuki," kata Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Kamis (22/1/2026).
Selanjutnya para korban baik yang meninggal maupun yang dirawat akan diurus oleh pemerintah kabupaten hingga dibawa ke rumah duka maupun sembuh.
"Intruksi langsung dari Mas Bupati tadi para korban harus segera dilakukan penanganan beserta segala sesuatunya," tandas Ulfiyah.
Sementara itu, Manajer PLN Wilayah Besuki, Rahmad mengatakan dugaan sementara korban memang tersengat listrik dari PJU.
"Info dari warga kena pagar yang terhubung lampu PJU. Ini akan masih diinvestigasi lebih dalam," katanya.
Rahmad mengatakan pihaknya juga telah koordinasi dengan Kepala Desa Besuki untuk dilakukan pemadaman sementara.
Seperti diberitakan, sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo dilanda banjir berasal dari luapan sungai. Data sementara, 5 kecamatan terendam.
Lima kecamatan tersebut yakni Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit. Jalur Pantura di kecamatan itu juga terdampak dan sempat macet total.
Banjir berasal dari luapan sungai dan anak sungai di wilayah itu. Hal itu lantaran hujan deras terjadi sejak pagi hingga malam ini di kawasan atas atau hulu.
(auh/abq)











































