Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menerima bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi penarik becak sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan dan penguatan transportasi ramah lingkungan.
Ketua Yayasan GSN Letjen (Purn) Teguh Arief Indratmoko mengatakan, program becak listrik merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo yang melihat beratnya pekerjaan penarik becak konvensional, khususnya yang sudah lanjut usia.
"Terima kasih kepada rekan-rekan wartawan. Pada hari Rabu ini kami menyalurkan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 200 unit. Program ini melalui Yayasan GSN, yang merupakan yayasan pribadi milik Bapak Prabowo untuk mewadahi gerakan sosial," ujar Teguh Usain serah terima becak di Pendopo Sidoarjo, Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, Yayasan GSN tidak mengambil alih peran pemerintah, baik pusat maupun daerah, melainkan mengisi celah-celah yang belum sepenuhnya tersentuh oleh program pemerintah.
"GSN bergerak di bidang pendidikan, pemberantasan kemiskinan, serta kemanusiaan. Salah satunya melalui bantuan becak listrik ini, khusus untuk penarik becak yang selama puluhan tahun masih mengayuh secara manual," jelasnya.
Menurut Teguh, penggunaan becak listrik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan penarik becak.
"Dengan becak listrik, yang tadinya hanya bisa bekerja dua sampai tiga jam sehari, harapannya bisa lebih lama. Selain itu, ini juga ramah lingkungan dan menjadikan becak sebagai pelopor transportasi hijau," tambahnya.
Ia menyebutkan, bantuan di Sidoarjo merupakan bagian dari program nasional 10.000 becak listrik tahap awal tahun 2025. Ke depan, Presiden Prabowo telah memerintahkan produksi lanjutan hingga 70.000 unit, yang ditargetkan rampung pada 2027.
"Untuk yang belum menerima sekarang, insyaallah akan dilengkapi. Mudah-mudahan triwulan pertama semua penarik becak di Sidoarjo bisa menerima," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan bahwa 200 becak listrik tersebut akan dibagikan secara merata ke 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
"Ini bantuan dari Bapak Presiden Prabowo. Kita bagi rata ke 18 kecamatan. Insyaallah tahap berikutnya Sidoarjo akan dapat lagi, sehingga ke depan tidak ada lagi becak ontel, semuanya menggunakan becak listrik," kata Mimik.
Pemkab Sidoarjo, lanjut Mimik, juga telah berkoordinasi dengan PLN terkait penyediaan titik pengisian daya.
"Kami sudah koordinasi dengan teknisi PLN. Insyaallah di pusat kota dan di setiap kecamatan akan disiapkan titik pengisian, awalnya di kantor DPRD dan alun-alun," jelasnya.
Untuk mencegah pengalihan bantuan, Pemkab akan melakukan pendataan dan pengawasan rutin.
"Setiap tiga bulan akan kita lakukan absen agar tidak ada pengalihan becak. Karena saat ini sudah ada 200 becak listrik di Sidoarjo, maka ini harus segera ditindaklanjuti karena ini program langsung dari Pak Presiden," pungkasnya.
Sementara itu Sugiri (62) pengayuh becak yang sering mangkal di Pasar Laranga Sidoarjo mengaku dirinya sangat senang setelah mendapatkan bantuan becak listrik secara gratis dari presiden.
"Seneng banget karena nanti saat mencari rezeki tidak mengayuh becak lagi, kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memperhatikan nasib orang kecil," kata Sugiri.
