BMKG Juanda mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur hingga akhir Januari 2026. Potensi hujan lebat disertai angin kencang hingga es diprakirakan berlangsung pada 21-30 Januari 2026.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan menyampaikan, keadaan cuaca ini dipengaruhi oleh dampak Monsun Asia. Ditambah wilayah Jawa Timur saat ini sudah berada pada musim hujan, dan beberapa di antaranya bahkan memasuki puncak musim hujan.
"Diperkirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat," ujar Taufiq, Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG menganalisis, cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Timur disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, aktifnya Monsun Asia atau angin yang berhembus dari arah barat hingga barat laut. Mengutip dari detikNews, angin ini berasal dari Benua Asia menuju Benua Australia dan melewati wilayah Indonesia setiap tahunnya pada periode bulan Oktober hingga April.
Faktor kedua yaitu adanya gangguan atmosfer equatorial rossby dan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi wilayah Jawa Timur, suhu muka laut perairan selat Madura yang cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil.
Sejumlah faktor tersebut menyebabkan adanya pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Wilayah Berpotensi Bencana
Berdasar penyebab yang sudah dipaparkan BMKG, cuaca ekstrem juga berpotensi berubah menjadi bencana yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Seluruh kabupaten dan kota di wilayah ini diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko hujan lebat disertai petir, banjir bandang, puting beliung, hingga tanah longsor.
- Banyuwangi
- Batu
- Bondowoso
- Jember
- Kediri
- Magetan
- Pasuruan
- Mojokerto
- Blitar
- Bojonegoro
- Jombang
- Kediri
- Malang
- Lumajang
- Nganjuk
- Ngawi
- Ponorogo
- Probolinggo
- Sampang
- Situbondo
- Tuban
- Tulungagung
- Lamongan
- Madiun
- Sidoarjo
- Bangkalan
- Gresik
- Surabaya
- Pamekasan
- Sumenep
- Trenggalek
- Pacitan
Imbauan BMKG
Melihat kondisi cuaca yang kurang aman dalam beberapa waktu ke depan, BMKG Juanda memberikan imbauan kepada masyarakat. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan masyarakat agar tetap dapat beraktivitas dengan aman.
Waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir serta angin kencang selama 10 hari ke depan.
Hindari wilayah pegunungan maupun tebing yang curam sebab rawan banjir maupun tanah longsor.
Berhati-hati dalam berkendara maupun beraktivitas di jalanan saat cuaca ekstrem, sebab jarak pandang cenderung berkurang dan pohon-pohon sekitar berpotensi tumbang.
Pantau kondisi cuaca terkini berdasar citra radar cuaca WOFI di website https://stametjuanda.bmkg.go.id/radar/ dan peringatan dini tiga harian maupun 2-3 jam ke depan melalui media sosial @infobmkgjuanda, website resmi, maupun saluran telepon 24 jam (031) 8668989 atau WhatsApp 0895800300011.
(auh/hil)











































