Amuk ASN di Gresik Lempar Batu ke Bus Trans Jatim yang Ugal-ugalan

Round Up

Amuk ASN di Gresik Lempar Batu ke Bus Trans Jatim yang Ugal-ugalan

Amir Baihaqi - detikJatim
Senin, 19 Jan 2026 08:00 WIB
Amuk ASN di Gresik Lempar Batu ke Bus Trans Jatim yang Ugal-ugalan
Pemotor yang tidak dikenal pelaku pelemparan batu kaca bus Trans Jatim Koridor IV Gresik-Lamongan. (Foto: Istimewa)
Gresik -

Bus Trans Jatim Koridor IV (Gresik-Lamongan) menjadi sasaran pelemparan batu pemotor tak dikenal di Jalan Raya Daendles (area JIIPE). Akibatnya, kaca bus bagian kanan mengalami retak.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 06.16 WIB. Saat kejadian bus diketahui mengangkut 18 penumpang. Bus Transjatim dengan kode lambung JTM 404 dari Gresik mengarah ke Tujuan Terminal Paciran Lamongan.

"Penumpang dalam keadaan aman tanpa luka luka. Pramugara dan Pramudi juga dalam keadaan aman tanpa luka. Penumpang dipindahkan ke bus berikutnya untuk kembali dapat melanjutkan perjalanan," kata Kabid Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekaman pemotor melempar batu sempat terekam kamera CCTV. Rekaman itu kemudian jadi bukti dan dilaporkan ke polisi. Tak lama polisi kemudian menangkap pelaku di rumahnya pada Kamis (15/1) sore. Pelaku diketahui berinisial SD (49), warga Kecamatan Sidayu dan berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Gresik.

ADVERTISEMENT

"Pelaku sudah kami amankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, yang bersangkutan diketahui merupakan seorang ASN," kata Kanit Resmob Polres Gresik Ipda M Asraf.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui semua perbuatannya. Sedangkan motifnya, pelaku merasa jengkel karena nyaris ditabrak bus Trans Jatim yang ugal-ugalan.

Pelaku pelemparan Bus Trans Jatim yang ternyata seorang ASN di Pemkab Gresik.SD, pelaku pelemparan Bus Trans Jatim yang ternyata seorang ASN di Pemkab Gresik. (Foto: Istimewa)

"Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengaku kesal karena merasa hampir tertabrak dan sering dipepet bus saat melintas di jalur tersebut," kata Asraf.

Insiden pelemparan itu sendiri terjadi saat pelaku sedang berkendara menuju arah Kota Gresik. Ketika berpapasan dengan Bus Trans Jatim yang datang dari arah berlawanan, pelaku merasa bus itu melaju terlalu ke kanan hingga membahayakan posisinya.

"Pelaku merasa terancam keselamatannya. Ia menghindar, lalu melempar batu ke arah bus hingga mengenai kaca bagian kanan sampai pecah," ujarnya.

Dari pengakuan pelaku, bus yang ugal-ugalan tak hanya terjadi sekali, namun sudah beberapa kali membahayakan dirinya. Karena hal ini, pelaku pun telah membawa batu sejak dari rumah yang sengaja akan dilemparkan jika menemui bus Trans Jatim yang ugal-ugalan.

"Ini yang kami tekankan, batu itu sudah dibawa sebelumnya. Jadi perbuatannya tetap kami nilai sebagai tindak pidana perusakan, bukan reaksi spontan semata," beber Asraf.

Untuk itu, Asraf mengimbau agar pengguna jalan tidak mudah terpancing emosi dan melakukan tindakan main hakim sendiri. Apapun alasannya karena bisa membahayakan pengguna jalan yang lain.

"Apapun alasannya, tindakan main hakim sendiri di jalan raya sangat berbahaya. Kami harap masyarakat bisa lebih menahan diri dan menyerahkan persoalan lalu lintas kepada aparat," imbuhnya.

Namun pernyataan berbeda disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono. Ia membantah bus tidak sedang melaju kencang maupun melakukan manuver berbahaya. Namun, dari arah berlawanan muncul pengendara sepeda motor yang diduga sudah menyiapkan batu sebelum melemparkannya ke arah bus.

"Bus tidak menyalip, kecepatannya juga tidak tinggi. Tapi dari barat, pelaku itu sudah terlihat memegang batu. Saat bus melintas, langsung dilempar," jelasnya.




(dpe/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads