Kepengurusan Muaythai Kota Kediri periode terbaru menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh potensi bela diri yang tumbuh dan berkembang di wilayah Kota Kediri. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet secara inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Muaythai Kota Kediri, Akson Nul Huda, usai Musyawarah Kota Pengurus Muaythai Indonesia (PMI) Cabang Kota Kediri. Hal ini sekaligus menindaklanjuti arahan Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman.
Akson menuturkan, membangun kolaborasi dengan berbagai kamp dan komunitas bela diri menjadi fokus utama pengurus baru. Menurutnya, banyak bibit atlet potensial yang lahir dari komunitas akar rumput dan perlu mendapatkan pembinaan yang lebih terarah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai arahan Ketua Umum Pengprov Jawa Timur, kami diminta untuk merangkul kamp-kamp yang ada di Kota Kediri. Potensi atlet banyak muncul dari bawah, termasuk dari rekan-rekan pencak dor yang memiliki kemampuan luar biasa dan bisa dikembangkan ke Muaythai," kata Akson, Sabtu (17/1/2026).
Ia menilai, langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mempererat hubungan antara pengurus dengan komunitas bela diri, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet Muaythai berprestasi dari Kota Kediri.
Dalam waktu dekat, Muaythai Kota Kediri juga akan mendampingi atlet-atlet muda yang akan mengikuti kejuaraan di Surabaya pada 23 Januari mendatang. Meski tidak memasang target berlebihan, Akson berharap para atlet mampu menampilkan performa terbaik.
"Kami akan mengawal adik-adik atlet yang akan bertanding. Harapannya bisa meraih prestasi, minimal medali perak, meskipun tentu target utama kami adalah emas," ujarnya.
Akson menambahkan, olahraga Muaythai kini semakin diminati, khususnya di kalangan generasi muda dan Gen Z. Kondisi ini disebutnya sebagai peluang besar untuk mengembangkan Muaythai di Kota Kediri sekaligus menyiapkan atlet-atlet masa depan.
"Dalam beberapa tahun terakhir, Muaythai cukup diminati anak-anak muda. Ini menjadi peluang besar bagi kita untuk mencetak atlet-atlet baru. Kami optimistis Muaythai bisa berkembang pesat di Kota Kediri," tuturnya.
Terkait minimnya agenda kejuaraan Muaythai di Kota Kediri belakangan ini, Akson mengakui hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru. Ia memastikan pihaknya siap menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Kediri.
"Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dan meminta arahan kepada Mbak Wali Kota. Kami siap menggelar event-event Muaythai di Kota Kediri," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, berharap kepengurusan baru Muaythai Kota Kediri mampu melahirkan atlet-atlet potensial melalui pola pembinaan yang terbuka dan inklusif.
"Kunci pembinaan atlet di tingkat kota adalah dengan merangkul kamp-kamp yang tersebar di Kota Kediri. Terlebih ada event seperti pencak dor yang menjadi ruang berkumpulnya banyak pesilat. Itu semua merupakan bahan atlet yang sangat potensial," ungkap Baso.
Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak event dan tahapan seleksi agar talenta Muaythai di Kota Kediri dapat terjaring secara maksimal. Dengan dukungan KONI Kota Kediri serta pelatih-pelatih berpengalaman, Baso optimistis Muaythai Kediri mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
"Saya yakin, dengan banyaknya event dan seleksi, akan lahir talenta-talenta Muaythai terbaik dari Kota Kediri," pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menyebut pembinaan olahraga di berbagai cabang, termasuk Muaythai, kini semakin terarah sejak adanya kepengurusan baru di KONI.
"Saya merasakan sendiri bagaimana olahraga di Kota Kediri ini semakin hidup dan semakin bagus. Dengan kepengurusan baru, saya yakin pembinaan akan lebih baik lagi. Apalagi Muaythai sekarang juga sudah mulai berbenah," ujarnya.
Eko juga menyinggung target besar Kota Kediri untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2029. Dengan status tuan rumah, ia menegaskan target perolehan minimal 100 medali emas, dengan ambisi menempati posisi kedua di bawah Surabaya.
"Kalau kita menjadi tuan rumah Porprov 2029, target kita minimal 100 medali emas. Kita ingin berada di posisi dua, karena Surabaya tentu sulit dilawan. Oleh karena itu, pembinaan harus dimulai dari sekarang, termasuk dari Muaythai," jelasnya.
Ia berharap pada 2027 mendatang, berbagai cabang olahraga sudah menunjukkan peningkatan prestasi sebagai bekal menghadapi Porprov 2029. KONI Kota Kediri, lanjut Eko, siap berkolaborasi dengan seluruh cabor untuk memperkuat pembinaan atlet.
(ihc/ihc)
