Ramai dibincangkan di media sosial data pribadi warga Surabaya di situs web milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya bocor. Situs web milik Pemkot Surabaya itu disebut bisa memperlihatkan data warga mulai dari NIK hingga alamat lengkap.
Untuk memastikannya, detikJatim sudah melakukan pengecekan. Salah satu contohnya yakni ketika memasukkan kata kunci Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya. Akan muncul di google situs web disdukcapil.surabaya.go.id. Pada saat web itu diklik, otomatis terunduh data warga yang tinggal di kecamatan itu.
Dalam rumpun data yang terunduh otomatis itu saat dibuka akan muncul tidak hanya NIK tapi juga nomor KK, juga nama dan alamat lengkap. Namun, di NIK, KK, dan nama lengkap itu disensor atau tidak diperlihatkan semua. Hanya alamat lengkap yang tertera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan kebocoran data warga di situs web Disdukcapil Surabaya ini ramai dibincangkan warganet di medsos. Apalagi data itu bisa diunduh secara mudah bahkan otomatis dari situs web milik Pemkot Surabaya.
Kepala Dispendukcapil Surabaya Eddy Christijanto memastikan data yang muncul di website bukan kebocoran. Data-data itu muncul sebagai upaya resmi yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk menertibkan administrasi kependudukan warga.
Eddy mengatakan, data yang terpublikasi adalah data tahun 2024 berisi warga yang keberadaannya tidak ditemukan saat petugas kelurahan melakukan upaya 'jemput bola'. Bahkan, hingga Juni 2024, domisili warga yang termuat di situs Disdukcapil itu belum diketahui.
"Langkah mengumumkan di website ini diambil agar warga yang bersangkutan melihat dan segera datang ke kantor kelurahan untuk melakukan konfirmasi keberadaan mereka," kata Eddy, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, langkah verifikasi ini dinilai krusial agar program intervensi dari Pemkot Surabaya, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan bisa tersalur tepat sasaran. Akurasi data domisili juga memastikan APBD dimanfaatkan lebih efektif oleh warga yang benar-benar tinggal di Surabaya.
Bukan cuma itu, Eddy memastikan bahwa data yang dipublikasikan itu telah dipastikan sudah melalui proses sensor pada elemen-elemen yang sensitif dan dapat dimanfaatkan untuk tujuan kejahatan
"Data itu sengaja kami publish dengan elemen yang disamarkan, baik Nomor NIK maupun Nama. Hanya orang yang bersangkutan yang akan mengenali data tersebut. Tujuannya murni untuk klarifikasi dan pembaruan (update) alamat tinggal sesuai kondisi de facto di lapangan," jelasnya.
Dispendukcapil pun menjamin keamanan data Adminduk warga. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat atau spekulatif di media sosial.
Eddy berpesan bagi warga Surabaya yang telah berpindah tempat tinggal, tetapi belum melakukan pembaruan alamat untuk segera melapor ke kantor kelurahan setempat.
"Yang sudah pindah tempat tinggal tapi belum lapor, ayo segera lapor. Petugas akan membantu proses pengajuan pembaruan alamat agar sesuai dengan domisili atau alamat saat ini," pungkasnya.
(ihc/dpe)











































