Panen Semangka di Lahan Asimilasi Lapas Banyuwangi Tembus 4 Ton

Panen Semangka di Lahan Asimilasi Lapas Banyuwangi Tembus 4 Ton

Eka Rimawati - detikJatim
Jumat, 16 Jan 2026 19:40 WIB
Panen Semangka di Lahan Asimilasi Lapas Banyuwangi Tembus 4 Ton
Panen semangka di Banyuwangi (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) milik Lapas Kelas IIA Banyuwangi mampu memproduksi hingga 4.000 kilogram atau 4 ton semangka. Lahan seluas 2,2 hektare tersebut merupakan hibah dari Pemkab Banyuwangi dan dimanfaatkan sebagai media pembinaan warga binaan.

Panen raya semangka digelar Kamis (15/1/2026) kemarin dan diikuti seluruh kepala Lapas se-Jawa Timur. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur Kadiyono dan Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, serta puluhan warga binaan.

Dari total lahan SAE seluas 2,2 hektare, sekitar 3.500 meter persegi ditanami semangka. Pada panen tahap awal, semangka dipanen dari lahan seluas 2.500 meter persegi dengan hasil mencapai 3.000 kilogram. Sementara sekitar 1.000 meter persegi sisanya dijadwalkan panen sekitar 20 hari ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan, inovasi program di lahan SAE yang dilakukan Lapas Banyuwangi tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan produktivitas lahan, pemberdayaan sumber daya manusia, serta mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya sinergi antara Ditjenpas, Kakanwil, dan Kalapas Banyuwangi. Selain meningkatkan produktivitas, juga memberi keterampilan bagi warga binaan," ujar Mujiono.

Mujiono berharap, bekal keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat.

"Setelah keluar dari lapas mereka punya keterampilan dan bisa diterima di masyarakat. Sehingga masa depan mereka lebih baik dan dan tidak kembali terjerumus pada persoalan hukum," tambahnya.

Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur Kadiyono menjelaskan, panen raya ini merupakan bagian dari kegiatan panen raya serentak yang dilaksanakan jajaran pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Dipimpin langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto.

"Di Lapas Banyuwangi kami memanfaatkan lahan 2,2 hektare untuk menanam padi, semangka, jagung, sayuran, serta budidaya lele. Ini bentuk kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di Banyuwangi," kata Kadiyono.

Dalam pelaksanaannya, Lapas melibatkan warga binaan untuk pengelolaan lahan dengan didampingi petugas. Mereka sudah terlatih, karena Lapas Banyuwangi bekerjasama dengan Dinas Pertanian Banyuwangi untuk pembinaan pertanian bagi warga binaan.

"Mayoritas warga binaan berasal dari Banyuwangi. Dengan dibekali keterampilan bertani, mereka punya peluang menciptakan pekerjaan sendiri setelah bebas, sehingga bisa menekan angka kriminalitas," tambahnya.

Hasil panen semangka tersebut bakal disalurkan untuk kegiatan sosial, dimana sebagian hasil panen akan dijual dan hasilnya didonasikan untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebagian sedikit juga diambil untuk kebutuhan Lapas Banyuwangi.

Selain semangka, di area tersebut juga ditanami berbagai komoditas, mulai dari padi, jagung, sayuran, hingga peternakan lele sebagai bagian dari program ketahanan pangan.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads