Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan rektor hingga guru besar perguruan tinggi dari berbagai daerah di Istana Negara pada Kamis (15/1/2026). Dalam pertemuan itu Prabowo berdiskusi dan menyampaikan pandangan terkait kondisi terkini bangsa, dinamika geopolitik global, hingga rencana-rencana besar yang akan dijalankan pemerintah ke depan.
Penguatan riset dan inovasi agar pendidikan tinggi semakin berkontribusi bagi pembangunan nasional menjadi penekanan utama dalam pertemuan tersebut. Salah satu perguruan tinggi yang menyambut positif langkah tersebut adalah Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).
Sebagai perguruan tinggi terapan, PENS menilai perhatian pemerintah terhadap riset dan pendanaan pendidikan menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Arif Irwansyah menyebut kebijakan ini sebagai angin segar bagi dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi terapan yang selama ini fokus pada implementasi keilmuan di masyarakat dan industri.
"Tadi beliau menyampaikan ada 18 proyek strategis yang mendukung hilirisasi industri. Untuk itu, akan ada dukungan penambahan dana terhadap penguatan riset perguruan tinggi," kata Arif.
Arif menyebut, hal ini merupakan bagian dari strategi besar pembangunan nasional, yaitu untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Arif juga menyatakan kesiapan PENS dalam mendukung visi dan misi Presiden Prabowo karena dinilai linier dengan karakter pendidikan terapan yang dimiliki.
"Sebelumnya, mahasiswa PENS sendiri memang dilatih untuk langsung terjun ke masyarakat. Jadi mereka belajar untuk mengimplementasikan ilmunya tak sebatas di ruang kelas," ujar Arif.
Berdasarkan penuturan Arif, saat ini PENS telah membuka sejumlah program studi baru untuk menjawab kebutuhan industri dan pembangunan nasional, di antaranya Bisnis Digital, Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur, serta Teknologi Rekayasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Selain itu, Arif juga menyatakan beberapa program studi lama yang paling relevan juga mengalami penambahan kuota mahasiswa baru, seperti Teknologi Rekayasa Internet, Sains Data Terapan, dan Teknologi Rekayasa Multimedia.
"Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi PENS dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan siap kerja," ujar Arif.
Dengan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan sektor pendidikan mampu menjadi motor penggerak utama dalam membangun kualitas manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
(auh/dpe)











































