Kapan Pastinya Peristiwa Isra dan Mikraj?

Kapan Pastinya Peristiwa Isra dan Mikraj?

Chilyah Auliya - detikJatim
Rabu, 14 Jan 2026 17:00 WIB
Kapan Pastinya Peristiwa Isra dan Mikraj?
Ilustrasi Isra Mikraj. Foto: Freepik
Surabaya -

Selain membawa perintah salat lima waktu, peristiwa Isra Mikraj diistimewakan sebagai bentuk hiburan saat Rasulullah berada di titik nadir kesedihan. Namun, sebuah teka-teki sejarah ada yang menjadi tanda tanya, kapan sebenarnya peristiwa ini benar-benar terjadi?

Meski peringatan Isra Mikraj pada 27 Rajab telah mendarah daging di tengah masyarakat, berbagai catatan sejarah justru menunjukkan adanya spektrum pendapat yang sangat luas mengenai waktu terjadinya peristiwa tersebut.

Perbedaan Perspektif Ulama

Ketidakpastian mengenai tanggal persis Isra Mikraj diakui para pakar sejarah Islam. Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Ar-Rahiqul Makhtum bersama tokoh besar seperti Imam An-Nawawi, merangkum beberapa teori waktu yang paling menonjol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada yang menyebut pada awal kenabian saat tahun ke-2 setelah wahyu pertama, tahun ke-5 kenabian, 27 Rajab tahun ke-10 yang masih populer sampai kini, menjelang hijrah, ataupun variasi lain.

Para ulama sepakat menolak pendapat bahwa Isra Mikraj terjadi sebelum masa kenabian. Argumen Imam An-Nawawi tampak logis, karena inti dari peristiwa ini adalah penerimaan perintah salat.

ADVERTISEMENT

Maka, mustahil perintah syariat tersebut turun sebelum Muhammad resmi diangkat menjadi Rasul. Catatan Ibnu Hisyam juga memperkuat bahwa saat itu dakwah Islam sudah mulai menggema di Makkah.

Alasan Perbedaan Tanggal

Hal ini disebabkan belum sistematisnya metode kalender kala itu. Para ahli sejarah menggunakan titik acuan yang berbeda-beda, seperti jarak bulan menuju hijrah atau dikaitkan dengan Amul Huzni atau disebut Tahun Kesedihan.

Apakah ketidakpastian tanggal ini mengurangi esensi Isra Mikraj? Tentu saja tidak, detikers, justru, fokus kita seharusnya beralih dari sekadar angka di kalender menuju makna filosofis di baliknya.

Peristiwa ini adalah pesan langsung dari langit bahwa kemuliaan akan datang setelah kesulitan. Bukan hanya untuk Rasulullah, tetapi untuk umatnya. Setelah kehilangan Abu Thalib dan Siti Khadijah, Allah mengundang Nabi ke Sidratul Muntaha.

Di antara perdebatan kronologi kapan benar-benar terjadinya Isra Mikraj, ada dua hal krusial yang perlu detikers teladani. Yaitu mengingat kembali bahwa salat adalah "mikraj"-nya orang beriman. Meneladani kegigihan Rasulullah yang tetap teguh melangkah meski dalam situasi yang sangat menghimpit.




(hil/irb)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads