Ambruknya ruang kelas dan ruang guru SDN Tlagah 2 di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, akibat angin kencang pada Senin (12/1/2026) membuat ratusan siswa terpaksa belajar di teras rumah warga. Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa merasa tidak nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Rifki Asrofi, siswa kelas 6 SD, mengaku lebih tenang belajar di teras rumah warga dibandingkan di dalam kelas yang kondisinya memprihatinkan. Meski begitu, ia tetap merasa kurang nyaman karena harus belajar di luar ruangan.
"Kalau di sini lebih aman, masih bisa sekolah untuk sementara," ujar Rifki, Rabu (14/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rifki berharap pemerintah, segera memperbaiki sekolahnya agar ia dan teman-temannya bisa kembali belajar dengan normal.
"Saya harap saya dan kawan-kawan bisa kembali belajar dengan nyaman di sekolah kami," ungkapnya.
Terpisah, Kabid Pembinaan SD Disdik Bangkalan, Ali Yuri Purwanto menyatakan telah mendatangi lokasi kejadian. Ia mengecek langsung kondisi bangunan serta penyebab ambruknya sekolah tersebut.
"Dilihat dari kondisi bangunan ini, merupakan jenis bangunan Inpres yang dibangun sekitar tahun 1980," jelas Yusri.
"Penyebab robohnya ruang sekolah tersebut tidak hanya karena hujan badai, melainkan karena memang kondisi bangunan sekolah sudah dalam kondisi tua. " imbuhnya.
Yusri juga mengungkapkan bahwa sekolah tersebut sebelumnya tidak pernah menerima bantuan perbaikan karena status lahan yang masih dalam proses sengketa.
"Baru sejak tahun 2025 lalu berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) lahan sekolah ini sudah milik Pemkab Bangkalan," katanya.
Ia memastikan pembangunan SDN Tlagah 2 akan menjadi prioritas pada tahun ini. Selain diajukan untuk anggaran renovasi, sekolah tersebut juga akan menerima pembangunan gedung baru.
(irb/hil)











































