Pembongkaran Pasar Simo Mulyo di Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya menuai protes dari pedagang. Situasi di sekitar lokasi pun sempat ramai.
Pantauan detikJatim pembongkaran pasar tersebut telah dimulai sejak Rabu (14/1) pagi. Sejumlah pedagang sekitar berada di lokasi. Begitupun dengan beberapa warga yang turut menyaksikan.
Petugas gabungan mulai dari Satpol PP, Dishub Surabaya, hingga kepolisian pun turut berada di lokasi untuk melakukan pengamanan hingga mengatur arus lalu lintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembongkaran Pasar Simo Mulyo Surabaya Foto: Aprilia Devi/detikJatim |
Beberapa spanduk dibentangkan pedagang untuk menolak pembongkaran tersebut.
"Kami para pedagang Pasar Baru Simo Mulyo siap mempertahankan bangunan dan menolak keras
pembongkaran Pasar Baru Simo Mulyo sesuai SKP Pemanfaatan Pasar hingga 2028," tulis spanduk tersebut dilihat detikJatim, Rabu (14/1/2026).
Tampak beberapa pedagang bersama dengan Satpol PP Surabaya, kepolisian, dan petugas sempat melakukan negosiasi di lokasi. Namun penertiban tetap dilakukan.
Kepala Satpol PP Surabaya Achmad Zaini menerangkan bahwa pembongkaran ini merupakan upaya untuk mengamankan aset Pemerintah Kota Surabaya.
"Hari ini kita menertibkan Pasar Simo Mulyo yang ada di Kecamatan Sukomanunggal. Ini adalah aset Pemkot, warga yang ngelola ini tidak ada hubungan hukum dengan pemerintah Kota Surabaya," terangnya.
Hingga saat ini, pembongkaran masih berlangsung. Ada beberapa kios yang mulai dibongkar dengan alat berat.
Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi, atau sekitar Jalan Simo Mulyo pun terpantau normal.
(irb/hil)












































