Sedikitnya 433 orang keracunan diduga setelah menyantap MBG soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah di Mojokerto. Ternyata, dapur MBG ini belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Tenaga Teknis Sanitasi Lingkungan Ditjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Izzi Ashari sore tadi setelah melakukan pemeriksaan sekitar 4 jam di SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.
"Iya (SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03) belum punya SLHS), tapi sudah mengajukan," kata Izzi kepada wartawan di lokasi, Selasa (13/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk informasi dari akun resmi Indonesia Baik, SLHS dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah sebagai bukti kelayakan higienitas tempat pengelolaan pangan. Sertifikat ini menunjukkan bahwa dapur atau tempat pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang ditetapkan.
"Kan SLHS itu banyak persyaratan, dari persyaratan itu masih proses di Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Tadi kami sudah asistensi dengan dinas, mereka (SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03) sudah mengajukan. Cuma mereka masih proses untuk persyaratan," jelas Izzi.
Sebelum itu, tim dari Ditjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes menggali informasi di SMPN 2 Kutorejo, salah satu penerima MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah. Selama di SPPG, lanjut Izzi, pihaknya memeriksa bangunan, tata letak ruangan, pencucian peralatan, hingga para penyuplai bahan baku.
"Kami melakukan pengawasan dan pembinaan supaya SPPG ini kalau beroperasi lagi lebih baik sesuai syarat-syarat sertifikat laik higiene sanitasi," terangnya.
Izzi menilai bangunan dan tata letak ruangan SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah sudah bagus dan sesuai standar. Menurutnya, banyak faktor yang bisa memicu keracunan pangan. Tidak hanya faktor SPPG.
"Kami masih mempelajari celahnya ada di mana, apakah di penerimaan bahan baku, pemasakan, pendistribusian, atau di penerima manfaat di sekolah. Karena hasil labnya belum ada," tandasnya.
Sebelumnya, ratusan pelajar, santri dan keluarga siswa keracunan diduga setelah menyantap MBG soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah. MBG menu soto ayam tersebut dibagikan ke para pelajar dan santri pada Jumat (9/1) siang.
Gejala klinis keracunan mulai dirasakan para pelajar dan santri pada Jumat malam dan Sabtu (10/1) pagi. Mereka tiba-tiba pusing, mual, muntah, demam dan diare. Per hari ini, jumlah korban mencapai 433 orang. Dari jumlah itu, 293 korban sudah dipulangkan, 25 orang rawat jalan, serta 140 korban masih menjalani rawat inap di 11 faskes.
Investigasi gabungan digelar untuk mengungkap penyebab para pelajar dan santri mengalami keracunan massal. Penyelidikan antara lain melibatkan Polres Mojokerto, Kodim 0815, Dinas Kesehatan, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu, selama investigasi, BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto. Setiap harinya, SPPG yang operasi sejak 22 September 2025 ini menyediakan 2.679 porsi MBG.
Dapur MBG ini menyuplai makan bergizi gratis untuk 22 sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Kutorejo dan Mojosari. SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah berpotensi disetop permanen apabila terbukti melanggar aturan.
