Cuaca Buruk Terjang Laut Utara Jatim, Nelayan Probolinggo 4 Hari Tak Melaut

Cuaca Buruk Terjang Laut Utara Jatim, Nelayan Probolinggo 4 Hari Tak Melaut

M Rofiq - detikJatim
Selasa, 13 Jan 2026 22:00 WIB
Nelayan memperbaiki jala ikan saat tak melaut di pesisir selata Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (3/2/2025). Sejumlah nelayan di kawasan tersebut memilih tidak melaut sejak 15 hari terakhir dikarenakan cuaca buruk, gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Laut Jawa. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/Spt.
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO /Irfan Sumanjaya)
Probolinggo -

Cuaca buruk yang melanda perairan Laut Utara Jawa Timur dan Selat Madura berdampak langsung pada aktivitas nelayan di Kota Probolinggo. Selama empat hari terakhir, nelayan memilih tidak melaut karena kondisi gelombang dan angin yang dinilai membahayakan keselamatan.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi mulai 11 hingga 20 Januari 2026. Selain hujan lebat dan angin kencang di daratan, kondisi laut di wilayah Jawa Timur bagian timur dan Selat Madura juga mengalami peningkatan gelombang.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah kapal nelayan di wilayah Mayangan terlihat bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga dan Pelabuhan Perikanan Mayangan. Tidak hanya kapal kecil, kapal jenis jonggrang hingga kapal layar motor antar pulau juga memilih tidak berlayar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama cuaca buruk, para nelayan memanfaatkan waktu dengan melakukan perbaikan kapal dan jaring. Buhasan, nelayan asal Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, mengaku sudah empat hari tidak melaut karena ketinggian ombak di perairan Madura mencapai sekitar satu meter.

ADVERTISEMENT

"Sekarang ombak masih besar, takut kalau kerja. Sudah empat harian tidak melaut karena ombaknya sekitar satu meter," ujar Buhasan, Selasa (13/1/2026).

Kondisi ini diperkuat dengan surat edaran dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo yang mengimbau seluruh operator kapal dan nelayan untuk mewaspadai cuaca buruk. KSOP juga meminta agar pelayaran ditunda hingga kondisi laut kembali normal.

Petugas Keselamatan Berlayar dan Patroli KSOP Probolinggo, Sudarso, menjelaskan tinggi gelombang di perairan Pelabuhan Probolinggo saat ini berkisar antara 0,5 meter hingga 1 meter, disertai angin barat laut dengan kecepatan 13-15 knot.

"Potensi cuaca buruk ini diperkirakan masih berlangsung hingga satu minggu ke depan. Kami telah mengeluarkan surat imbauan keselamatan dan keamanan pelayaran kepada seluruh operator pelayaran dan nahkoda," kata Sudarso.

KSOP juga menegaskan agar kapal penyeberangan rakyat, khususnya rute Probolinggo-Gili Ketapang, tidak beroperasi saat cuaca buruk, terutama pada malam hari. Selain itu, seluruh penumpang diwajibkan menggunakan jaket pelampung dan kapal harus dipastikan dalam kondisi laik laut.

Sementara itu, kapal-kapal niaga yang tengah bersandar di Pelabuhan Probolinggo diminta memastikan tali tambat terpasang dengan baik serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem.

Imbauan tersebut akan tetap diberlakukan hingga kondisi cuaca kembali normal. Berdasarkan data kelautan setempat, jumlah nelayan di Kota Probolinggo mencapai sekitar 4.000 orang dengan total kapal lebih dari 1.400 unit.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads