Janji Pemkab Ponorogo Soal Jalan Rusak yang Ditanami Warga Pohon

Janji Pemkab Ponorogo Soal Jalan Rusak yang Ditanami Warga Pohon

Charolin Pebrianti - detikJatim
Selasa, 13 Jan 2026 17:45 WIB
Jalan rusak Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo
Jalan rusak Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo (Foto: Dok. Istimewa)
Ponorogo -

Aksi warga Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, yang menanam pohon pisang dan pepaya di jalan rusak viral di media sosial. Jalan penghubung Desa Mlarak-Kaponan itu diketahui merupakan ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Ponorogo, Shintawati, membenarkan bahwa ruas jalan yang ditanami pohon tersebut menjadi kewenangan kabupaten. Ia menyebut pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan kondisi jalan.

"Ruas jalan yang kemarin viral itu memang jalan kabupaten yang berada di Desa Kaponan. Dalam waktu dekat ini kami akan survei untuk menentukan penanganannya seperti apa," kata Shintawati, Selasa (13/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Shintawati mengatakan perbaikan jalan tersebut akan diupayakan melalui Perubahan APBD (P-APBD). Meski demikian, ia mengakui anggaran murni APBD 2026 sudah tersusun sehingga perlu penyesuaian.

ADVERTISEMENT

"Kami akan mencoba mengusulkan di P-APBD. Kalau APBD murni kan sudah terkunci, jadi kami usahakan lewat perubahan," jelasnya.

Sambil menunggu penanganan permanen, DPUPKP mendorong adanya penanganan sementara agar lubang di badan jalan tidak membahayakan pengguna. Pihaknya siap mendukung jika desa melakukan pengurukan.

"Kalau sementara mau diurug dulu, misalnya desa membutuhkan alat berat atau material yang bisa kami bantu, insya Allah akan kami support," ujarnya.

Menurut Shintawati, metode perbaikan permanen masih akan dibahas bersama pemerintah desa setelah survei dilakukan. Opsi pengecoran atau betonisasi menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan.

"Kemungkinan nanti bisa beton, tapi kami koordinasikan dulu dengan desa. Yang penting sekarang lubangnya tertutup sambil menunggu penanganan yang lebih kompleks," imbuhnya.

Ia juga mengakui ruas jalan di Desa Kaponan tersebut sudah cukup lama belum tersentuh perbaikan. Karena itu, pihaknya berupaya agar perbaikan bisa segera direalisasikan.

"Memang sudah lama belum tertangani. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi," pungkas Shintawati.

Sebelumnya, warga Desa Kaponan melakukan aksi tanam pohon pisang dan pepaya di badan jalan sebagai bentuk protes. Pantauan di lokasi, terdapat enam pohon yang ditanam di sepanjang ruas jalan rusak sekitar 125 meter, terdiri dari lima pohon pisang dan satu pohon pepaya. Aksi itu dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah agar segera melakukan perbaikan jalan.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads