Ratusan pedagang dan jagal Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian kembali menggeruduk Balai Kota Surabaya, Selasa (13/1/2026). Mereka masih kukuh menolak relokasi aktivitas jagal ke RPH Tambak Oso Wilangun (TOW) dan melanjutkan aksi mogok berjualan daging sapi.
Koordinator Jagal dan Pedagang Daging Sapi se-Kota Surabaya, Abdullah Mansyur menegaskan, selama mogok berlangsung, peredaran daging sapi di Kota Surabaya dipastikan kosong.
"Ini mogok. Dari kemarin sampai hari ini masih mogok kerja, karena ini sebagai alarm terhadap stabilitas nasional secara ekonominya, kita akan melakukan aksi mogok sampai betul-betul tuntutan kami dipenuhi," kata Mansyur kepada detikJatim di samping Balai Kota, Selasa (13/1/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan kita pastikan ya, untuk kemudian di Kota Surabaya tidak akan ada peredaran daging sapi. Kita melihat, bisa cek di pasar-pasar, di kota Surabaya itu tidak ada peredaran daging sapi sama sekali," tambahnya.
Mansyur menyebut, setelah aksi pada Senin (12/1/2026) yang hanya ditemui Direktur Utama RPH Surabaya dan Asisten I Pemkot Surabaya, massa kini menuntut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung menemui mereka. Jika tidak, ancaman mogok akan diperpanjang hingga berbulan-bulan.
"Kita tetap akan melakukan aksi mogok satu bulan, dua bulan, satu tahun kita akan melakukan aksi mogok," ujarnya.
Mansyur mengatakan, tuntutan para jagal dan pedagang di Balai Kota sama. Yakni menuntut Wali Kota mencabut surat tentang kebijakan pemindahan RPH ke tempat baru. Kedua, mencabut surat edaran tentang pendaftaran jagal yang dinilai memaksa untuk dipindah dari Pegirian ke TOW.
Ia menyebut, dari surat edaran, proses pindah berlaku sampai setelah Idul Fitri. Kemudian RPH Pegirian tidak beroperasi kembali.
"Tapi kita menuntut untuk kemudian, ini tidak ada jangka waktunya. Artinya kita menolak untuk dipindah dari Pegirian ke tempat yang baru itu saja," tegasnya.
Namun Pemkot Surabaya tetap mengoperasikan RPH TOW. Bahkan saat ini sudah berjalan paralel. Jagal dan pedagang RPH Pegirian pun tetap menolak dan terus menggelar aksi hingga Kamis (15/1/2026).
"Ya, kita tetap akan melakukan aksi-aksi demonstrasi dan mogok kerja yang disampaikan oleh para jagal dan pedagang daging sapi di Surabaya," pungkasnya.
(auh/hil)











































