BMKG Maritim menyampaikan banjir rob berpotensi melanda kawasan pesisir Jawa Timur periode 16-31 Januari 2026. Hal itu dipicu fase bulan baru yang dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Ady Hermanto menyebut beberapa wilayah pesisir yang terdampak antara lain Pesisir Barat Surabaya meliputi Tuban, Lamongan, dan Gresik pada 16-19 Januari 2026.
Kemudian wilayah Pelabuhan Surabaya juga berpotensi mengalami banjir rob pada 16-20 Januari 2026 dan 30-31 Januari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir rob tersebut berpotensi terjadi malam hari, antara pukul 19.00-23.00 WIB," ujar Ady saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (13/1/2026).
Ia juga menerangkan bahwa pasang maksimum karena fase bulan baru diprediksi terjadi antara 130-140 cm dari permukaan air laut.
"Di mana hal itu dapat mengakibatkan genangan dengan ketinggian 10-30 cm," terangnya.
Ketinggian genangan rob juga bisa diperparah dengan kondisi hujan intensitas tinggi. Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat selalu waspada.
"Masyarakat diimbau menghindari wilayah genangan banjir rob karena airnya bersifat korosif," imbau Ady.
Selain itu, banjir rob juga berpotensi mengganggu aktivitas di wilayah pesisir, seperti bongkar muat pelabuhan, hingga perikanan darat.
"Masyarakat dapat mengikuti update informasi yang disampaikan oleh BMKG sebelum beraktivitas di wilayah pesisir Jatim," pungkasnya.
(irb/hil)











































