Polres Batu memastikan telah mengantongi identitas korban perundungan oleh sekelompok oknum suporter yang sempat viral di media sosial. Saat ini, kepolisian tengah melakukan pengejaran para pelaku.
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto mengatakan bahwa kasus ini diketahui bermula dari temuan tim patroli siber. Melalui pelacakan secara digital, petugas berhasil menemukan keberadaan korban.
"Pertama kita mendapatkan dari patroli siber kita, terus kemudian kita melakukan tracing menggunakan IT. Akhirnya ketemu dengan korban, dan langsung kita buatkan Laporan Polisi (LP)," ungkap Joko, Senin (12/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joko meluruskan informasi yang beredar terkait asal daerah korban. Meski sempat disebut sebagai warga Surabaya, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban merupakan warga Kabupaten Sidoarjo.
"Bukan (warga Surabaya), korban warga Sidoarjo. Ke sini katanya sih cuma mau ngopi-ngopi saja bersama tiga teman lainnya yang melarikan diri pada saat kejadian," terangnya.
Kini Satreskrim Polres Batu terus melengkapi administrasi penyidikan untuk memperkuat proses hukum. Pihak kepolisian memastikan bahwa akan mengungkap kasus perundungan yang membuat warga resah tersebut.
"Sekarang kita lengkapi mindik dan kita tindaklanjuti. Dalam waktu dekat, doakan saja kita bisa segera menangkap orang-orangnya," tandasnya.
Baca juga: Ribuan Aremania Rayakan HUT ke-38 Singo Edan |
Sebagai informasi, kasus viral ini bermula dari beredarnya video aksi bullying atau perundungan terhadap seorang pemuda yang diduga bonek atau suporter Persebaya. Aksi tersebut terjadi di Alun-Alun Kota Batu.
Dalam video yang beredar, tampak korban yang dituduh sebagai Bonek, ditelanjangi dan di-bully puluhan orang yang diduga suporter Arema FC atau Aremania.
Para pelaku lantas memaksa korban untuk menyanyi. Tak hanya itu, celana dalam yang dikenakan korban juga sempat ditarik untuk direkam alat vitalnya.
"Ayo nyanyio deng gendeng, jare Persebaya, nek aku Bonek kon kate lapo (ayo nyanyi orang gila, katanya Persebaya, kalau aku bonek kamu mau ngapain)," demikian suara para pelaku mengintimidasi dalam video.
(auh/abq)
