Bagi warga Kota Pahlawan yang setiap hari mengandalkan transportasi umum, ada kabar penting yang perlu dicatat. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan penyegaran besar-besaran terhadap sistem transportasi publik.
Sebuah tindakan lanjut dari yang sebelumnya ditangani Kementerian Perhubungan, dalam meningkatkan kapasitas, aksesibilitas, konektivitas, dan mengisi kekosongan layanan. Berikut poin-poin penting transformasi layanan transportasi Surabaya yang mulai efektif berjalan penuh di tahun 2026.
Perjalanan Lebih Lega dengan Medium Bus
detikers pernah merasa berdesakan di dalam minibus saat jam pulang kantor? Salah satu pembaharuan yang paling terasa adalah perubahan rute FD01 yang kini berevolusi menjadi R5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan sekadar ganti nama, armadanya pun kini naik kelas. Jika dulu rute ini mengandalkan minibus berkapasitas 15 orang, sekarang penumpang akan menggunakan Medium Bus yang mampu menampung hingga 30 orang sekaligus.
Jangkauan jalurnya pun diperpanjang menjadi 42,19 km sehingga memudahkan warga menjangkau lebih banyak wilayah kota. Selain itu, penambahan armada membuat kapasitas tempat duduk semakin mencukupi bagi penumpang.
Tambahan Halte di Titik Strategis
Bagi pemburu kuliner atau pekerja di pusat kota, perpanjangan rute R2 dan R5 adalah kabar baik. Mulai 1 Januari 2026, akses ke jantung kota menjadi lebih mudah dengan tambahan halte di titik-titik strategisberikut.
- Rute R2 (Unesa-Kejawan Tambak Putih): Semakin lengkap dengan pemberhentian di area populer seperti Siola, Tunjungan, Praban, dan Embong Malang.
- Rute R5 (Benowo-Tunjungan): Menambah jangkauan ke pusat bisnis seperti Basuki Rahmat, Gubernur Suryo, hingga Panglima Sudirman (Pangsud).
Selain itu, hadirnya operasional FD12 berupa minibus menghubungkan ujung selatan di Terminal Purabaya hingga ke kawasan wisata Kenjeran Park di timur laut, melewati jalur-jalur penting seperti Jemursari dan Kendangsari.
Tentu saja, setiap perubahan besar pasti memicu polemik. Di media sosial, banyak warga yang menyuarakan kerinduan mereka pada 3L yang selama ini menjadi andalan mahasiswa menuju kampus ITS atau Unair C, serta para pekerja di sepanjang jalur MERR.
Banyak yang merasa kehilangan rute legendaris ini karena efisiensi waktunya di masa lalu. Namun, kebijakan tentu sudah dipertimbangkan dengan matang dan perbaikan senantiasa diusahakan.
Jadi, sudah siap mencoba rute baru ini? Jangan lupa cek kembali titik halte terdekat di rute favoritmu ya, detikers!
