Apakah Isra Mikraj dan Maulid Nabi Sama?

Apakah Isra Mikraj dan Maulid Nabi Sama?

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Selasa, 13 Jan 2026 01:00 WIB
Apakah Isra Mikraj dan Maulid Nabi Sama?
Ilustrasi poster tulisan arab Muhammad. Foto: Freepik/freepik
Surabaya -

Isra Mikraj dan Maulid Nabi merupakan dua peristiwa penting dan bersejarah bagi umat Islam. Meski sama-sama memiliki makna yang besar bagi umat Islam, keduanya adalah peristiwa yang berbeda, baik dari sisi waktu, maupun latar belakang.

Di Indonesia, Isra Mikraj dan Maulid Nabi ditetapkan sebagai libur nasional. Masyarakat memperingati kedua peristiwa ini setiap tahun dengan berbagai kegiatan keagamaan. Mulai dari pengajian, tablig akbar, hingga kegiatan positif lainnya.

Lantas apa perbedaan dari kedua peristiwa tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Isra Mikraj?

Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU) Online, Isra Mikraj merupakan peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjid Al Aqsa. Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan spiritual yakni dibawa ke langit ketujuh untuk menerima wahyu salat lima waktu dari Allah SWT.

Peristiwa ini sudah dijelaskan dalam Al Quran surat Al-Isra ayat 1, yang mana Allah SWT berfirman :

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q S Al-Isra: 1)

Isra Mikraj merupakan gabungan dari dua peristiwa yakni Isra dan Mikraj. Isra dimaknai dengan perjalanan malam hari yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah menuju Baitul Maqdis (Masjid Al Aqsa).

Sementara Mikraj yaitu peristiwa ketika Allah SWT membawa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa melewati langit ketujuh menuju Sidratul Muntaha. Pada peristiwa Mikraj ini Nabi Muhammad menerima perintah salat lima waktu bagi umat Islam.

Peristiwa Isra Mikraj berlangsung pada tanggal 27 Rajab di tahun ke-10 kenabian. Setiap tahun di Indonesia, umat Islam memperingati hari tersebut sebagai momentum untuk senantiasa menjaga salat sebagai tiang agama.

Apa Itu Maulid Nabi?

Sementara itu, Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang dirayakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Pada tanggal tersebut, banyak umat Islam yang merayakan hari kelahiran Rasulullah SAW.

Melansir Baznas, tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mulai dikenal pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir pada abad ke-11 M. Pada masa itu, perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan tujuan memperingati kelahiran Rasulullah dan mempererat persatuan umat Islam.

Beberapa ulama menjelaskan perayaan Maulid menjadi bentuk ekspresi cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Menurut Imam Jalaluddin al-Suyuti, salah satu ulama terkemuka dalam sejarah Islam menyebut merayakan hari lahir Rasulullah diperbolehkan selama diisi dengan kegiatan yang baik seperti pengajian, salawat, dan membaca Al-Qur'an.

Pada dasarnya, memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW menjadi momen untuk dapat lebih memuliakan. Hal tersebut sebagai dijelaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut.

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوباً عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلاَلَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Arab Latin:Alladzîna yattabi'ûnar-rasûlan-nabiyyal-ummiyyalladzî yajidûnahû maktûban 'indahum fit-taurâti wal-injîli ya'muruhum bil-ma'rûfi wa yan-hâhum 'anil-mungkari wa yuḫillu lahumuth-thayyibâti wa yuḫarrimu 'alaihimul-khabâ'itsa wa yadla'u 'an-hum ishrahum wal-aghlâlallatî kânat 'alaihim, falladzîna âmanû bihî wa 'azzarûhu wa nasharûhu wattaba'un-nûralladzî unzila ma'ahû ulâ'ika humul-mufliḫûn

Artinya: (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Quran), mereka itulah orang-orang beruntung. (QS al-A'raf: 157).

Itulah penjelasan mengenai perbedaan Isra Mikraj dan Maulid Nabi. Semoga bermanfaat!




(hil/irb)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads