Penyanyi muda berbakat Raissa Anggiani memberikat kejutan spesial bagi para penggemarnya di Kota Malang lewat pameran galeri mini di gedung Malang Creative Center (MCC). Bukan sekadar pajangan, galeri ini dirancang khusus untuk memberikan gambaran visual lebih mendalam mengenai makna di balik karya-karya dalam album 'Yang Terhormat'.
Raissa mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan perpanjangan tangan dari emosi yang ia tuangkan dalam musiknya agar para pendengar bisa merasakan langsung apa yang ada di dalam pikirannya. Ia sengaja membagi galeri tersebut ke dalam tiga ruangan.
Baca juga: Boneka Rajut Jadi Tren Kado Natal |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini tuh ada tiga babak, atau bisa dibilang tiga ruangan. Di ruangan ke satu itu fase bahagia, di ruangan kedua itu fase sedih, dan yang ketiga adalah untuk mencerna kalau semuanya itu, perasaan senang baik senang dan baik sedih, itu sesuatu yang harus diterima," terang Raissa, Minggu (11/1/2026).
"Dan menurut aku, itu apa ya, hal yang mungkin nggak bisa kalian cuma cerna di dalam musik, tapi aku ingin memberi visual secara langsung, membawa pencar langsung. Jadi aku akhirnya bikin, memutuskan untuk membuat mini galeri ini," imbuhnya.
Salah satu sudut yang paling mencuri perhatian dalam galeri ini adalah keberadaan foto pernikahan kakek dan nenek Raissa yang diambil pada tahun 1964. Meski dirinya baru lahir di tahun 2004, Raissa merasa foto tersebut sangat penting karena merepresentasikan harapan pribadinya akan pasangan masa depan, yang juga menjadi nyawa bagi salah satu lagunya yang berjudul 'Jika Nanti'.
Keintiman galeri ini semakin terasa dengan dipajangnya berbagai tulisan asli yang diambil langsung dari buku harian atau diary pribadi milik Raissa. Ia sengaja memotret dan menyalin catatan-catatan curahan hatinya agar para penggemar dapat memahami alasan di balik terciptanya setiap lagu dalam album yang ia sebut sangat personal tersebut.
Melalui pameran yang merupakan salah satu sajian dalam tour album ini, Raissa berharap pesan yang tidak tersampaikan sepenuhnya lewat musik dapat terserap dengan sempurna melalui pengalaman visual yang nyata.
(auh/hil)











































