Bulutangkis Indonesia Tancap Gas Menuju Olimpiade Los Angeles 2028

Bulutangkis Indonesia Tancap Gas Menuju Olimpiade Los Angeles 2028

Aprilia Devi - detikJatim
Minggu, 11 Jan 2026 15:40 WIB
Ketua PP PBSI dan Ketua PBSI Jatim di Surabaya.
Ketua PP PBSI dan Ketua PBSI Jatim di Surabaya/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Prestasi bulutangkis Indonesia di SEA Games 2025 menjadi pijakan penting menuju target besar selanjutnya. PBSI menegaskan capaian juara umum dengan 10 medali, termasuk tiga emas, bukanlah akhir, melainkan bagian dari tahapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Diketahui Indonesia tampil unggul di SEA Games 2025. Seluruh nomor berhasil menyumbang medali.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) M. Fadil Imran menilai hasil tersebut sebagai momentum awal untuk menatap agenda yang lebih besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini milestone, langkah. Kita menuju Olimpiade. Mudah-mudahan mencapai target di tahun depan ya tahun ini untuk mempersiapkan Asian Games yang akan berlangsung di Jepang itu juga memperlihatkan perkembangan," kata Fadil di Surabaya, Minggu (11/1/2026).

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Fadil menekankan evaluasi juga tetap menjadi kunci.

"Jadi, kita tidak boleh berpuas diri terus kita evaluasi karena target kita adalah Olimpiade Los Angeles tahun 2028," tegasnya.

Dalam pencapaian tersebut, Jawa Timur disebut memiliki kontribusi besar bagi bulutangkis Indonesia. Sejumlah atlet Pelatnas berasal dari daerah di Jatim.

"Seperti yang saya sampaikan tadi di Pelatnas itu banyak anak-anak dari Jawa Timur. Dan mereka mulai bermain badminton itu dari kampungnya masing-masing lalu kemudian ikut dengan klub," bebernya.

Menurut Fadil, hal itu menegaskan peran strategis Jawa Timur. Ia pun menitipkan harapan agar pembinaan ke depan mampu melahirkan kembali legenda-legenda bulutangkis Indonesia.

"Oleh sebab itu saya nitip betul, kepada teman-teman nanti yang terpilih untuk betul-betul melakukan pembinaan, menyusun program agar legenda seperti Rudi Hartono, kemudian Alan Budi Kusuma, kemudian Sony Dwi Kuncoro, dan Minarti Timur dan sebagainya bisa lahir kembali," pesannya.

Sejalan dengan itu, PP PBSI menunjuk Jawa Timur sebagai lokasi Pemusatan Latihan Wilayah (Puslatwil) karena dinilai paling siap dari sisi fasilitas dan penunjang latihan.

Penilaian dilakukan melalui asesmen menyeluruh, mulai dari GOR, asrama atlet, hingga sarana pendukung kebugaran.

"Kita tidak asal menunjuk, kita asesmen," jelas Fadil.

Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Jatim Tony Wahyudi yang kembali terpilih menyebut, pembenahan organisasi menjadi langkah awal periode keduanya. Ia juga menegaskan fokus pada persiapan PON 2028.

"Dalam waktu terdekat kita akan mempersiapkan kerja sama dengan KONI untuk mempersiapkan PON yang akan datang pada tahun 2028," kata Tony.

Keberadaan Puslatwil di Surabaya juga dinilai akan menjadi motivasi tambahan bagi atlet muda Jawa Timur.

"Keuntungan kita sebagai atlet Jawa Timur atau PBSI Jawa Timur bahwa dengan adanya Puslatwil yang ada di Surabaya akan semakin anak-anak ini semakin mempunyai motivasi," ujarnya.

Untuk target PON, Tony mengakui Jawa Timur masih tertinggal dibanding beberapa provinsi lain. Namun, ia optimistis perubahan kepengurusan dan penguatan pembinaan bisa meningkatkan prestasi.

"Saya akan melakukan perubahan-perubahan supaya minimal untuk PON yang akan datang kita meraih minimal emas," pungkasnya.



(hil/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads