Bulan Rajab kembali menjadi pengingat penting bagi umat Islam akan peristiwa Isra Mikraj. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa dari 12 bulan dalam setahun, terdapat empat bulan yang memiliki keistimewaan, salah satunya Rajab.
Pada bulan inilah Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha dalam satu malam, sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Baca juga: Kumpulan Khotbah Jumat untuk Mengawali Tahun |
Naskah Khotbah Jumat tentang Hikmah Isra Mikraj dan Kemuliaan Bulan Rajab
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut teks khotbah Jumat hari ini bertema hikmah bulan Rajab dan Isra Mikraj yang dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag) untuk disampaikan kepada jemaah.
Ψ§ΩΩΩΨΩΩ ΩΨ―Ω ΩΩΩΩΨ Ψ§ΩΩΩΨΩΩ ΩΨ―Ω ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩΩ ΩΩΨΆΩΩΩΩΩΩΨ§ Ψ¨ΩΨ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΨ¬ΩΨ¨ΩΨ ΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩΩ Ψ§Ψ΅ΩΨ·ΩΩΩΩ ΩΩΨ¨ΩΩΩΩΩΩΨ§ Ω ΩΨΩΩ ΩΩΨ―ΩΨ§ ο·Ί Ψ§ΩΩΩ ΩΨ¬ΩΨͺΩΨ¨ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ€ΩΩΩΩΨ―. Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ ΩΩΨ΅ΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ¨ΩΨ§Ψ±ΩΩΩ ΩΩΨͺΩΨ±ΩΨΩΩΩ Ω ΩΩΨͺΩΨΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩ Ω ΩΩΩ Ψ¨ΩΩΩ ΨͺΩΨ±ΩΨ¬ΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ§ΨΉΩΨͺΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΨ’Ψ¨Ω. Ψ£ΩΨ΄ΩΩΩΨ―Ω Ψ£ΩΩΩ ΩΨ§Ω Ψ§ΩΩΩΩΩ Ψ₯ΩΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ¨ΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ¨ΩΨ§Ψ―ΩΨ ΩΩΨ£ΩΨ΄ΩΩΩΨ―Ω Ψ£ΩΩΩΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ―ΩΩΩΨ§ Ω ΩΨΩΩ ΩΩΨ―ΩΨ§ ΨΉΩΨ¨ΩΨ―ΩΩΩ ΩΩΨ±ΩΨ³ΩΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ¨ΩΨΉΩΩΩΨ«Ω Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ³ΩΨ§Ψ¦ΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΨ£ΩΨΉΩΨ§Ψ¬ΩΩ Ω ΩΩΨ§ΩΩΨΉΩΨ±ΩΨ¨. Ψ£Ω Ψ§ Ψ¨ΨΉΨ―
ΩΩΩΩΨ§ ΨΉΩΨ¨ΩΨ§Ψ―Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ Ψ£ΩΩΩΨ΅ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ³ΩΩΩ ΩΩΨ₯ΩΩΩΩΨ§ΩΩΩ Ω Ψ¨ΩΨͺΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ ΩΩΩΩΨ―Ω ΩΩΨ§Ψ²Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΨͺΩΩΩΩΩΩΩΩ. ΩΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ ΩΩΩΩ ΩΩΨͺΩΨ§Ψ¨ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ±ΩΩΩΩ ΩΨ Ψ¨ΩΨ³ΩΩ Ω Ψ§ΩΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΩΩΨΩΩ ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΩΩΨΩΩΩΩ ΩΨ Ψ³ΩΨ¨ΩΨΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩ Ψ£ΩΨ³ΩΨ±ΩΩ Ψ¨ΩΨΉΩΨ¨ΩΨ―ΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩΨ§ Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ³ΩΨ¬ΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΨΩΨ±ΩΨ§Ω Ω Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ³ΩΨ¬ΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΨ£ΩΩΩΨ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩ Ψ¨ΩΨ§Ψ±ΩΩΩΩΩΨ§ ΨΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ±ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩ Ψ’ΩΩΨ§ΨͺΩΩΩΨ§ Ψ₯ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΩ ΩΩΨΉΩ Ψ§ΩΩΨ¨ΩΨ΅ΩΩΨ±Ω
Arab Latin: AlhamdulillΔh, alhamdulillΔhilladzΔ« faαΈαΈalanΔ bisyahri Rajab, wa huwal-ladzΔ« iαΉ£αΉafΔ nabiyyanΔ MuαΈ₯ammadan al-mujtabΔ al-mu'ayyad. AllΔhumma faαΉ£alli wa sallim wa bΔrik wa tarαΈ₯am wa taαΈ₯annan 'alΔ man bihΔ« turjΔ syafΔ'atuhΕ« yaumal-ma'Δb. Asyhadu an lΔ ilΔha illallΔhu rabbul-'ibΔd, wa asyhadu anna sayyidanΔ MuαΈ₯ammadan 'abduhΕ« wa rasΕ«luhul-mab'Ε«αΉ‘ ilΔ sΔ'ir al-a'Δjim wal-'arab. AmmΔ ba'du.
FayΔ 'ibΔdallΔh, Ε«αΉ£Δ«nΔ«nafsΔ« wa iyyΔkumbitaqwΔllΔh, faqadfΔzal-muttaqΕ«n. QΔlallΔhuta'ΔlΔ fΔ« kitΔbihil-karΔ«m: BismillΔhir-raαΈ₯mΔnir-raαΈ₯Δ«m. SubαΈ₯ΔnalladzΔ«asrΔbi'abdihΔ«laylanminal-masjidil-αΈ₯arΔmiilal-masjidil-aqαΉ£alladzΔ«bΔraknΔαΈ₯aulahΕ«linuriyahΕ« min ΔyΔtinΔ, innahΕ«huwas-samΔ«'ul-baαΉ£Δ«r.
Jemaah salat Jumat rahimakumullah,
Dari atas mimbar ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita masih diberi nikmat berada di bulan yang mulia, yaitu bulan Rajab 1448 H.
Bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT, bersama Muharram, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah. Kata Rajab berasal dari kata tarjib yang bermakna agung dan mulia. Bulan ini dipenuhi rahmat, anugerah, dan kebaikan dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bahkan memanjatkan doa sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik:
Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ψ¨ΩΨ§Ψ±ΩΩΩ ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΩ Ψ±ΩΨ¬ΩΨ¨Ω ΩΩΨ΄ΩΨΉΩΨ¨ΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ¨ΩΩΩΩΨΊΩΩΩΨ§ Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ
Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan.
Para ulama menyebut, Rajab adalah bulan menanam, Sya'ban bulan menyirami, dan Ramadan bulan memanen. Syekh Abdul Qadir Al-Jilani menjelaskan bahwa Rajab mengandung makna rahmat, kemudahan, dan kebaikan Allah SWT. Karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Rajab dengan memperbanyak amal saleh, istighfar, sedekah, dan puasa sunah.
Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Pada bulan Rajab pula terjadi peristiwa besar Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu menghadap Allah SWT di Sidratul Muntaha. Allah SWT berfirman:
Ψ³ΩΨ¨ΩΨΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩ Ψ£ΩΨ³ΩΨ±ΩΩΩ° Ψ¨ΩΨΉΩΨ¨ΩΨ―ΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩΨ§ Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ³ΩΨ¬ΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΨΩΨ±ΩΨ§Ω Ω Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ³ΩΨ¬ΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΨ£ΩΩΩΨ΅ΩΩ
(QS. Al-Isra': 1)
Dalam peristiwa tersebut, Rasulullah SAW menerima perintah shalat. Awalnya diwajibkan lima puluh kali, lalu diringankan atas nasihat Nabi Musa AS, hingga akhirnya ditetapkan menjadi shalat lima waktu. Meski ringan secara jumlah, nilainya tetap besar di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW pun ridha dan menerima ketetapan tersebut dengan penuh kepasrahan.
Jemaah salat Jumat rahimakumullah,
Dari peristiwa agung Isra dan Mikraj, terdapat beberapa pelajaran penting yang dapat kita petik bersama. Isra dan Mikraj adalah perkara yang haq, benar adanya, karena disebutkan secara sharih (jelas dan eksplisit) dalam Al-Qur'an.
Peristiwa ini benar-benar terjadi, tanpa sedikit pun keraguan, meskipun akal manusia tidak mampu menjangkaunya sepenuhnya. Justru di sinilah Allah SWT menguji keimanan hamba-Nya. Seseorang bisa tersesat apabila hanya mengukur kebenaran dengan akalnya semata.
Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap pola pikir yang membanggakan akal dan mengesampingkan kemahakuasaan Allah SWT. Jika cara pandang seperti ini terus dilestarikan, maka setiap ajaran agama yang dianggap tidak masuk akal akan mudah ditolak dan diingkari. Na'udzubillahi min dzalik.
Jemaah salat Jumat rahimakumullah,
Peristiwa Isra' dan Mi'raj yang adalah bulan penuh kemuliaan. Lantas, amalan apa yang sepatutnya kita perbanyak di bulan Rajab yang mulia? Selain memperbanyak puasa sunah, bulan Rajab merupakan momentum yang sangat tepat untuk bertobat dari segala bentuk kemaksiatan.
Ibnu Rajab dalam kitab Lathaiful Ma'arif (juz 1, halaman 122) menganjurkan umat Islam untuk bersungguh-sungguh dalam bertobat di bulan ini. Beliau berkata: "Putihkanlah lembaran hitammu di bulan Rajab dengan amal-amal baik yang dapat menyelamatkanmu dari api yang melalap."
Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitab Al-Ghuniyah menjelaskan bahwa terdapat tiga syarat agar tobat diterima oleh Allah SWT. Pertama, menyesali dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.
Kedua, meninggalkan perbuatan dosa tersebut kapan pun dan di mana pun. Ketiga, bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya kembali. Ketiga syarat ini harus dilaksanakan agar tobat kita benar-benar diterima oleh Allah SWT.
Jemaah salat Jumat rahimakumullah,
Semoga kita semua dijadikan hamba-hamba Allah yang terhindar dari segala kejelekan dan kemaksiatan, senantiasa diberi rida, kemampuan, dan kesempatan untuk melakukan amal salih, serta memperoleh pahala dan keberkahan dari Allah SWT.
Aamiin ya Rabbal 'alamiin.
(hil/irb)











































