Khotbah Jumat 9 Januari 2026 tentang Hikmah Bulan Rajab dan Isra Mikraj

Khotbah Jumat 9 Januari 2026 tentang Hikmah Bulan Rajab dan Isra Mikraj

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Jumat, 09 Jan 2026 10:50 WIB
Khotbah Jumat 9 Januari 2026 tentang Hikmah Bulan Rajab dan Isra Mikraj
ILUSTRASI KHOTBAH JUMAT. Foto: CHATGPT
Surabaya -

Bulan Rajab kembali menjadi pengingat penting bagi umat Islam akan peristiwa Isra Mikraj. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa dari 12 bulan dalam setahun, terdapat empat bulan yang memiliki keistimewaan, salah satunya Rajab.

Pada bulan inilah Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha dalam satu malam, sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

Naskah Khotbah Jumat tentang Hikmah Isra Mikraj dan Kemuliaan Bulan Rajab

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut teks khotbah Jumat hari ini bertema hikmah bulan Rajab dan Isra Mikraj yang dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag) untuk disampaikan kepada jemaah.

Ψ§ΩŽΩ„Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω Ω„Ω„Ω‡ΩΨŒ Ψ§ΩŽΩ„Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω للهِ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ’ ΩΩŽΨΆΩ‘ΩŽΩ„ΩŽΩ†ΩŽΨ§ Ψ¨ΩΨ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω رَجَبَ، ΩˆΩŽΩ‡ΩΩˆΩŽ Ψ§Ω„ΩŽΩ‘Ψ°ΩΩŠΩ’ Ψ§Ψ΅Ω’Ψ·ΩŽΩΩŽΩ‰ Ω†ΩŽΨ¨ΩΩŠΩ‘ΩŽΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω‹Ψ§ ο·Ί الْمُجْΨͺΩŽΨ¨ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩΨ€ΩŽΩŠΩ‘ΩŽΨ―. Ψ§ΩŽΩ„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ ΩΩŽΨ΅ΩŽΩ„ΩΩ‘ ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩΩ‘Ω…ΩŽ ΩˆΩŽΨ¨ΩŽΨ§Ψ±ΩΩƒΩ’ وَΨͺΩŽΨ±ΩŽΨ­Ω‘ΩŽΩ…Ω’ وَΨͺΩŽΨ­ΩŽΩ†Ω‘ΩŽΩ†Ω’ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ω…ΩŽΩ†Ω’ بِهِ ΨͺΩΨ±Ω’Ψ¬ΩŽΩ‰ شَفَاعَΨͺُهُ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ’Ψ¨Ω. Ψ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω Ψ£ΩŽΩ†Ω’ Ω„Ψ§ΩŽ Ψ§ΩΩ„ΩŽΩ‡ΩŽ Ψ₯ΩΩ„Ψ§Ω‘ΩŽ اللهُ Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘Ω Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩΨ¨ΩŽΨ§Ψ―ΩΨŒ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω Ψ£ΩŽΩ†Ω‘ΩŽ Ψ³ΩŽΩŠΩΩ‘Ψ―ΩŽΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω‹Ψ§ ΨΉΩŽΨ¨Ω’Ψ―ΩΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ’Ω„ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ¨Ω’ΨΉΩΩˆΩ’Ψ«Ω Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ سَائِرِ Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨΉΩŽΨ§Ψ¬ΩΩ…Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΨ±ΩŽΨ¨. Ψ£Ω…Ψ§ Ψ¨ΨΉΨ―

فَيَا عِبَادَ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ΩΨŒ Ψ£ΩΩˆΩ’Ψ΅ΩΩŠΩ’Ω†ΩΩ‰Ω’ Ω†ΩŽΩΩ’Ψ³ΩΩŠΩ’ وَΨ₯ΩΩŠΩ‘ΩŽΨ§ΩƒΩΩ…Ω’ بِΨͺΩŽΩ‚Ω’ΩˆΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ΩΨŒ ΩΩŽΩ‚ΩŽΨ―Ω’ فَازَ الْمُΨͺΩ‘ΩŽΩ‚ΩΩˆΩ’Ω†ΩŽ. Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ اللهُ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰ ΩΩΩŠΩ’ كِΨͺΩŽΨ§Ψ¨ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω’ΩƒΩŽΨ±ΩΩŠΩ’Ω…ΩΨŒ بِسْمِ اللهِ Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΩ†Ω Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ­ΩΩŠΩ’Ω…ΩΨŒ Ψ³ΩΨ¨Ω’Ψ­ΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠ Ψ£ΩŽΨ³Ω’Ψ±ΩŽΩ‰ Ψ¨ΩΨΉΩŽΨ¨Ω’Ψ―ΩΩ‡Ω Ω„ΩŽΩŠΩ’Ω„Ω‹Ψ§ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ±ΩŽΨ§Ω…Ω Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΩ‚Ω’Ψ΅ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠ Ψ¨ΩŽΨ§Ψ±ΩŽΩƒΩ’Ω†ΩŽΨ§ Ψ­ΩŽΩˆΩ’Ω„ΩŽΩ‡Ω Ω„ΩΩ†ΩΨ±ΩΩŠΩŽΩ‡Ω مِنْ ؒيَاΨͺΩΩ†ΩŽΨ§ Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ω‡ΩΩˆΩŽ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ…ΩΩŠΨΉΩ Ψ§Ω„Ω’Ψ¨ΩŽΨ΅ΩΩŠΨ±Ω

Arab Latin: Alhamdulillāh, alhamdulillāhilladzΔ« faḍḍalanā bisyahri Rajab, wa huwal-ladzΔ« iαΉ£αΉ­afā nabiyyanā MuαΈ₯ammadan al-mujtabā al-mu'ayyad. Allāhumma faαΉ£alli wa sallim wa bārik wa tarαΈ₯am wa taαΈ₯annan 'alā man bihΔ« turjā syafā'atuhΕ« yaumal-ma'āb. Asyhadu an lā ilāha illallāhu rabbul-'ibād, wa asyhadu anna sayyidanā MuαΈ₯ammadan 'abduhΕ« wa rasΕ«luhul-mab'Ε«αΉ‘ ilā sā'ir al-a'ājim wal-'arab. Ammā ba'du.

Fayā 'ibādallāh, Ε«αΉ£Δ«nΔ«nafsΔ« wa iyyākumbitaqwāllāh, faqadfāzal-muttaqΕ«n. Qālallāhuta'ālā fΔ« kitābihil-karΔ«m: Bismillāhir-raαΈ₯mānir-raαΈ₯Δ«m. SubαΈ₯ānalladzΔ«asrābi'abdihΔ«laylanminal-masjidil-αΈ₯arāmiilal-masjidil-aqαΉ£alladzΔ«bāraknāαΈ₯aulahΕ«linuriyahΕ« min āyātinā, innahΕ«huwas-samΔ«'ul-baαΉ£Δ«r.

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Dari atas mimbar ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita masih diberi nikmat berada di bulan yang mulia, yaitu bulan Rajab 1448 H.

Bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT, bersama Muharram, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah. Kata Rajab berasal dari kata tarjib yang bermakna agung dan mulia. Bulan ini dipenuhi rahmat, anugerah, dan kebaikan dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bahkan memanjatkan doa sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik:

Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ψ¨ΩŽΨ§Ψ±ΩΩƒΩ’ Ω„ΩŽΩ†ΩŽΨ§ فِي رَجَبَ ΩˆΩŽΨ΄ΩŽΨΉΩ’Ψ¨ΩŽΨ§Ω†ΩŽ ΩˆΩŽΨ¨ΩŽΩ„ΩΩ‘ΨΊΩ’Ω†ΩŽΨ§ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ

Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan.

Para ulama menyebut, Rajab adalah bulan menanam, Sya'ban bulan menyirami, dan Ramadan bulan memanen. Syekh Abdul Qadir Al-Jilani menjelaskan bahwa Rajab mengandung makna rahmat, kemudahan, dan kebaikan Allah SWT. Karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Rajab dengan memperbanyak amal saleh, istighfar, sedekah, dan puasa sunah.

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Pada bulan Rajab pula terjadi peristiwa besar Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu menghadap Allah SWT di Sidratul Muntaha. Allah SWT berfirman:

Ψ³ΩΨ¨Ω’Ψ­ΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ§Ω„ΩŽΩ‘Ψ°ΩΩŠ Ψ£ΩŽΨ³Ω’Ψ±ΩŽΩ‰Ω° Ψ¨ΩΨΉΩŽΨ¨Ω’Ψ―ΩΩ‡Ω Ω„ΩŽΩŠΩ’Ω„Ω‹Ψ§ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ±ΩŽΨ§Ω…Ω Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΩ‚Ω’Ψ΅ΩŽΩ‰

(QS. Al-Isra': 1)

Dalam peristiwa tersebut, Rasulullah SAW menerima perintah shalat. Awalnya diwajibkan lima puluh kali, lalu diringankan atas nasihat Nabi Musa AS, hingga akhirnya ditetapkan menjadi shalat lima waktu. Meski ringan secara jumlah, nilainya tetap besar di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW pun ridha dan menerima ketetapan tersebut dengan penuh kepasrahan.

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Dari peristiwa agung Isra dan Mikraj, terdapat beberapa pelajaran penting yang dapat kita petik bersama. Isra dan Mikraj adalah perkara yang haq, benar adanya, karena disebutkan secara sharih (jelas dan eksplisit) dalam Al-Qur'an.

Peristiwa ini benar-benar terjadi, tanpa sedikit pun keraguan, meskipun akal manusia tidak mampu menjangkaunya sepenuhnya. Justru di sinilah Allah SWT menguji keimanan hamba-Nya. Seseorang bisa tersesat apabila hanya mengukur kebenaran dengan akalnya semata.

Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap pola pikir yang membanggakan akal dan mengesampingkan kemahakuasaan Allah SWT. Jika cara pandang seperti ini terus dilestarikan, maka setiap ajaran agama yang dianggap tidak masuk akal akan mudah ditolak dan diingkari. Na'udzubillahi min dzalik.

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Peristiwa Isra' dan Mi'raj yang adalah bulan penuh kemuliaan. Lantas, amalan apa yang sepatutnya kita perbanyak di bulan Rajab yang mulia? Selain memperbanyak puasa sunah, bulan Rajab merupakan momentum yang sangat tepat untuk bertobat dari segala bentuk kemaksiatan.

Ibnu Rajab dalam kitab Lathaiful Ma'arif (juz 1, halaman 122) menganjurkan umat Islam untuk bersungguh-sungguh dalam bertobat di bulan ini. Beliau berkata: "Putihkanlah lembaran hitammu di bulan Rajab dengan amal-amal baik yang dapat menyelamatkanmu dari api yang melalap."

Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitab Al-Ghuniyah menjelaskan bahwa terdapat tiga syarat agar tobat diterima oleh Allah SWT. Pertama, menyesali dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

Kedua, meninggalkan perbuatan dosa tersebut kapan pun dan di mana pun. Ketiga, bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya kembali. Ketiga syarat ini harus dilaksanakan agar tobat kita benar-benar diterima oleh Allah SWT.

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Semoga kita semua dijadikan hamba-hamba Allah yang terhindar dari segala kejelekan dan kemaksiatan, senantiasa diberi rida, kemampuan, dan kesempatan untuk melakukan amal salih, serta memperoleh pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

Aamiin ya Rabbal 'alamiin.




(hil/irb)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads