Awal 2026, Surabaya Diterjang Bencana Hidrometeorologi

Awal 2026, Surabaya Diterjang Bencana Hidrometeorologi

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 07 Jan 2026 12:14 WIB
Genangan banjir di Surabaya
Banjir di Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Mengawali tahun 2026, Kota Surabaya disambut bencana hidrometeorologi. Selama sepekan di awal tahun, BPBD Surabaya menerima laporan dan menangani kasus genangan, pohon tumbang hingga atap rumah roboh.

Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya Arif Sunandar Pranoto Negoro menyampaikan laporan BMKG, pada Januari-Februari terjadi cuaca ekstrem. Oleh karena itu, BPBD banyak melakukan penanganan bencana hidrometeorologi di awal tahun.

"Seperti yang disampaikan BMKG betul, ini laporan yang masuk ke Command Center terkait dengan cuaca ekstrem. Ini memang mulai dari genangan, kemudian pohon tumbang, ada beberapa rumah roboh ya," kata Arif, Rabu (7/1/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama sepekan pertama di 2026, Arif menyebut kejadian paling parah pada Minggu (4/1). Dalam sehari saja, BPBD menerima 24 laporan pohon tumbang.

ADVERTISEMENT

"Kalau atap roboh ada 2 kejadian, atap roboh itu kebanyakan biasanya atapnya, yang ambruk karena struktur, struktur kayunya sudah lapuk dan sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, saat musim hujan, potensi atap roboh semakin sering terjadi. Karena berat genteng akan berkali-kali lipat lebih berat berkat air, sehingga genteng mudah roboh.

"Jadi ketika musim kemarau itu berat genteng, misalnya hanya 1 kilogram kering kena hujan, beberapa hari kena hujan, dia menjadi lebih berat," katanya.

Ia menyebut, wilayah rawan bencana hidrometeorologi ada di Surabaya Barat. Titik genangan juga paling banyak di wilayah tersebut.

"Titik paling rawan di Surabaya Barat, Simo Kalangan. Ini apa ketika hujan deras pasti kita harus jaga di sana. Terkait dengan apa luapan sungai. Kemudian di seputaran Ciwo ini masih ada genangan juga. Kemudian di Wiyung," jelasnya.

BPBD Surabaya juga melakukan pra bencana dari bekal aplikasi BMKG di ruang Command Center 112. Di sana, petugas dapat mengetahui titik yang akan diguyur hujan, kemudian petugas terjun mencegah genangan agar tak semakin parah.

"Satu sampai dua jam sebelum awan CB (Cumulonimbus) masuk, maka mereka sudah menginfokan ke teman-teman termasuk teman-teman yang bersiaga di posko terpadu," pungkasnya.




(esw/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads