Pemkab Mojokerto menuntaskan pengadaan lahan untuk sekolah rakyat (SR). Lahan seluas 75.785 meter persegi di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong ini siap dibanguni SR yang dilengkapi lapangan sepakbola.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Try Raharjo Murdianto menjelaskan, pengadaan lahan untuk SR tidak dimulai dari nol. Sebab Pemkab Mojokerto mempunyai lahan di Desa Banyulegi seluas 34.999 meter persegi. Praktis pengadaan untuk menambah luasan lahan agar benar-benar layak untuk SR.
Tahun lalu, pihaknya mengerjakan pengadaan lahan tambahan menggunakan anggaran dari PAPBD 2025 sekitar Rp 8,3 miliar. Anggaran tersebut untuk memberi ganti untung 18 bidang tanah milik 17 orang. Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto tak bekerja sendirian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka bekerja sama dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menentukan harga 18 bidang tanah tersebut. Harga setiap bidang tanah pun berbeda satu sama lain, yakni mulai dari Rp 183.750 sampai Rp 225.750 per meter persegi. Alhasil lahan seluas 40.786 meter persegi berhasil dibebaskan.
"Syukur alhamdulillah semua pemilik lahan setuju. Kami lanjutkan proses di notaris. Sehingga pengadaan lahan untuk sekolah rakyat berjalan lancar tanpa ada paksaan," jelasnya kepada wartawan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Sooko, Selasa (6/1/2026).
Tidak hanya itu, lanjut Raharjo, masyarakat juga sangat mendukung pembangunan SR di Desa Banyulegi. Dengan begitu, lahan seluas 75.785 meter persegi di desa tersebut telah siap sebagai tempat pembangunan SR.
Saat ini, Pemkab Mojokerto melanjutkan ke tahap administrasi dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar dari APBD TA 2026. Mulai dari sertifikasi lahan, pengurusan Amdal, Andalalin, sampai PBG. Pemenuhan syarat administrasi ditargetkan selesai dalam semester I tahun ini.
"Kami siapkan lahan kurang lebih 7,6 hektare ini dengan harapan dibangun SR yang memiliki fasilitas lapangan sepakbola," terangnya.
Pembangunan SR di Desa Banyulegi bakal dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum. SR ini digadang-gadang mampu menampung 1.000 anak Mojokerto dari keluarga miskin desil 1 dan 2. Sekolah berasrama atau boarding school ini untuk pendidikan jenjang SD sampai SMA.
"Ini komitmen Pemkab Mojokerto mendukung program Presiden, di sini ada sekolah rakyat rintisan 1A, antusias masyarakat dan orang tua sangat luar biasa menyambut program sekolah rakyat," ujar Raharjo.
Sampai SR di Desa Banyulegi selesai dibangun, untuk sementara waktu, sekolah rakyat menempati gedung diklat BKPSDM Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya Desa Terusan, Kecamatan Gedeg. Gedung ini telah direnovasi dan dilengkapi berbagai sarana dan prasarana yang memadai.
SR Menengah Pertama 15 Mojokerto ini tergolong sekolah rakyat rintisan 1A. Peserta didiknya ditetapkan melalui SK Bupati Mojokerto nomor 188.45/176/HK/416-012/2025 pada 13 Juni 2025. Siswa SR angkatan I berjumlah 50 anak yang terdiri dari 22 anak laki-laki dan 28 perempuan. Mereka berasal dari keluarga miskin ekstrem yang tersebar di 17 kecamatan.
Yaitu dari Kecamatan Trowulan 7 siswa, Gedeg 6 siswa, Dlanggu 5 siswa, Kemlagi 4 siswa, Jatirejo 4 siswa, Pungging 4 siswa, Sooko 4 siswa, Ngoro 3 siswa, Gondang 2 siswa, Jetis 2 siswa, Puri 2 siswa, Mojosari 2 siswa, serta masing-masing 1 siswa dari Bangsal, Dawarblandong, Kutorejo, Mojoanyar dan 1 Trawas.
(auh/abq)











































