Seorang pria berinisial MS (28), warga Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, babak belur diamuk massa usai gagal merampok rumah seorang nenek renta di Kabupaten Probolinggo.
Pelaku bahkan sempat mengacungkan senjata tajam jenis celurit ke arah korban, hingga memicu kemarahan warga.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/1) malam di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Aksi pelaku terhenti setelah korban berteriak meminta tolong, sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban diketahui bernama Liami (69), seorang nenek yang saat kejadian tengah beristirahat di dalam rumah bersama tetangganya, Marwah (63).
Tiba-tiba, pelaku masuk melalui pintu depan rumah dan langsung mengalungkan celurit ke leher korban. Bukannya takut, korban justru berteriak sekuat tenaga. Teriakan tersebut membuat pelaku panik dan melarikan diri ke area ladang jagung di sekitar permukiman warga.
Mendengar teriakan korban, warga berbondong-bondong melakukan pencarian. Pelaku yang sempat bersembunyi di ladang jagung akhirnya berhasil ditangkap warga di sekitar Rest Area Tol Paspro, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Tongas.
Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat pelaku dalam kondisi tidak berdaya setelah menjadi sasaran amukan massa. Pukulan bertubi-tubi membuat pelaku tergeletak tak sadarkan diri hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tongas.
Salah seorang saksi mata, Andri Wijayanto, mengungkapkan awal kecurigaannya terhadap pelaku.
"Rest area saat itu sepi, orang ini kelihatan keringetan seluruh badan. Awalnya saya kira pengunjung, tapi kok mencurigakan. Saya ikuti terus, ternyata pelaku perampokan nenek. Warga yang sudah geram langsung menghakimi," ujarnya.
Kapolsek Tongas, AKP Jayadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pelaku diduga sebelumnya juga mencoba melakukan perampasan sepeda motor di Desa Klampok, namun gagal.
"Kami menangani dua TKP, yakni di Jalan Klampok dan Desa Tanjung Rejo dengan terduga Muhammad Safi'i. Untuk barang bukti dan alat masih dalam penyelidikan. Percobaan pencurian dengan kekerasan ini tidak berhasil karena keburu diketahui warga," jelas AKP Jayadi. Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, pelaku sempat dihakimi massa sebelum akhirnya diamankan polisi dan dibawa ke rumah sakit.
"Alhamdulillah, dengan kecepatan anggota kami, pelaku bisa diamankan dan diselamatkan," tambahnya.
Hingga Selasa (6/1) dini hari, pelaku masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah setempat. Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut serta kemungkinan adanya aksi kejahatan lain yang melibatkan pelaku.
