Kenaikan kunjungan wisata di Kota Batu selama libur Batal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menimbulkan konsekuensi peningkatan volume sampah. Peningkatan volume sampah capai 10% dibanding hari biasa.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mencatat, volume sampah selama Nataru naik sekitar 10-12 ton per hari dibanding hari normal. Biasanya sampah harian sekitar 120 ton, selama libur panjang naik menjadi 130-135 ton per hari.
"Secara umum kenaikan volume sampah hanya meningkat sekitar 10% dari kondisi normal," ungkap Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni saat dihubungi detikJatim, Selasa (6/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian menyampaikan, meski mengalami kenaikan, angka tersebut masih jauh dari prediksi awal DLH Kota Batu. Di mana, prediksi awal volume sampah akan meningkat mencapai 20 ton per hari.
Peningkatan volume sampah tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah kota. Lonjakan paling signifikan justru terkonsentrasi di ruas jalan protokol dan kawasan strategis yang berdekatan langsung dengan destinasi wisata.
Aktivitas wisatawan yang tinggi di titik-titik tersebut menjadi pemicu utama bertambahnya timbunan sampah. Terkendalinya peningkatan volume sampah selama Nataru ini diklaim tidak terlepas dari langkah preventif Pemkot Batu.
"Salah satunya lewat penerbitan Surat Edaran Wali Kota Batu Nomor 658.1/3702/35.79.410/2025 tentang Penanganan Sampah Nataru. Edaran tersebut menekankan penerapan prinsip minim sampah, khususnya di sektor pariwisata," ungkap Dian.
"Pelaku usaha wisata kami imbau tidak menggunakan dekorasi berbahan plastik sekali pakai. Sebisa mungkin diganti dengan material yang dapat digunakan ulang," sambungnya.
Selain itu, pengelola destinasi wisata juga diwajibkan untuk memilah sampah secara mandiri untuk mengurangi beban pemerintah. Ini menjadi salah satu faktor persoalan sampah bisa teratasi dengan baik.
"Kalau untuk proses penanganan sampah selama periode Nataru terbilang aman. Seluruh timbulan sampah kami tangani dengan skema one day process. Jadi kita tidak menyisakan sampah dengan optimalisasi fasilitas pengelolaan," terang Dian.
Perlu diketahui, pengolahan sampah di Kota Batu menggunakan mesin insinerator dan big composter di TPA Tlekung. Selain itu juga memanfaatkan TPS3R yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Batu.
(auh/hil)











































