Harga Ayam di Tulungagung Turun, Sembako Fluktuatif

Harga Ayam di Tulungagung Turun, Sembako Fluktuatif

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Senin, 05 Jan 2026 16:15 WIB
Harga Ayam di Tulungagung Turun, Sembako Fluktuatif
Penjual daging ayam di Tulungagung (Foto: Eka Fitria Lusiana/detikJatim)
Tulungagung -

Memasuki awal tahun, sejumlah harga komoditas bahan pokok di pasar Tulungagung mengalami penurunan. Salah satunya adalah daging ayam.

Pantauan detikJatim di Pasar Rejotangan, harga daging ayam saat ini turun pada angka Rp 37 ribu per kilogram. Padahal harga ayam sebelumnya meroket Rp 40 ribu per kilogram.

"Awal tahun ini daging ayam turun. Minimal harganya, ya, Rp 37 ribu. Sebelumnya Rp 40 ribu," kata salah satu pedagang, Sulastri, Senin (5/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal serupa juga diungkapkan Sulis, pedagang daging ayam di Pasar Ngunut. Harga daging ayam yang sebelumnya melambung tinggi, kini hanya di kisaran kurang lebih Rp 30 ribu-an per kilogram.

"Di sini juga sama, harga daging ayam turun. Di sini sekitar Rp 36-37 ribu, tapi kalau sepi bisa lebih murah lagi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Sebelumnya itu Rp 39 ribu per kilonya," tambah Sulis.

Meski begitu, Sulis mengaku pemasukan yang diterima tahun ini dibanding tahun sebelumnya relatif sama. Tidak banyak mengalami peningkatan maupun penurunan.

Berbeda dengan Wali, pedagang sembako di Pasar Ngunut, justru mengeluhkan penjualannya semakin sepi menjelang awal tahun ini. Ia menyebut bahwa komoditas seperti bawang merah mengalami penurunan harga. Sementara, bawang putih dan minyak mengalami kenaikan, meski harganya masih relatif stabil.

"Bawang merah sebelum tahun baru di harga Rp 40 ribu. Sekarang sekitar Rp 25 ribu saja," ungkap Wali.

"Kalau bawang putih itu Rp 30 ribu, sekarang naik jadi Rp 32 ribu, ya, paling kalau naik karena kiriman telat. Karo bakul-bakul kui diundakne (Sama penjual-penjual itu dinaikkan). Tapi kalau minyak kita itu mahal, sekarang beli 200 lebih, dijual 210. Sebelum awal tahun itu sudah mahal, Rp 17 ribu," lanjut Wali.

Di sisi lain, Kartun, pedagang sembako di Pasar Ngunut juga mengungkapkan bahwa harga telur per kilogramnya mengalami penurunan, dari sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 29 ribu. Ia berharap harga bahan pokok terus stabil untuk mendorong aktivitas jual beli.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads