Penumpang Terminal Purabaya Turun 7 Persen Saat Libur Nataru

Penumpang Terminal Purabaya Turun 7 Persen Saat Libur Nataru

Chilyah Auliya - detikJatim
Kamis, 01 Jan 2026 16:00 WIB
Penumpang Terminal Purabaya Turun 7 Persen Saat Libur Nataru
Ilustrasi bus di Terminal Purabaya (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Sidoarjo -

Tren pergerakan penumpang di Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo mengalami penurunan cukup signifikan pada libur Natal dan Tahun Baru 2025.

Berdasarkan data perbandingan produksi angkutan yang dihimpun, tren akumulasi penumpang tercatat menyusut hingga 7 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Analisis angka dan statistik harian berdasarkan rekapitulasi data dari tanggal 18 hingga 28 Desember, total penumpang pada periode Nataru kali ini tercatat sebanyak 402.137 orang. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode 2024 yang mampu menembus 429.562 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan paling tajam terpantau pada tanggal 28 Desember, di mana jumlah penumpang merosot hingga 35 persen, dengan selisih mencapai 11.575 orang dalam satu hari saja. Kondisi serupa juga terlihat pada pergerakan armada bus.

Jumlah kendaraan yang beroperasi turun dari semula 25.021 bus pada tahun lalu menjadi hanya 22.246 bus pada periode tahun ini. Meskipun sempat kembali adanya lonjakan penumpang sebesar 20 persen pada tanggal 20 Desember, tren ini tidak bertahan lama dan berakhir mengalami evaluasi.

ADVERTISEMENT

Pihak pengelola terminal mengidentifikasi bahwa faktor utama di balik lesunya pergerakan penumpang adalah mepetnya jarak antara libur Nataru dengan Hari Raya Idul Fitri. Mayoritas masyarakat cenderung menahan diri untuk melakukan perjalanan jauh di akhir tahun demi mengalokasikan anggaran lebih untuk mudik lebaran mendatang.

"Jaraknya semakin dekat dengan Idul Fitri, itu yang membuat kemungkinan penumpang sekalian menunggu besok pascalibur Lebaran saja," jelas Plh Wassatpel Terminal Tipe A Purabaya Verie Sugiharto pada detikJatim, Kamis (1/1/2026).

Selain faktor momentum, pergeseran pola perjalanan masyarakat turut berdampak besar. Saat ini, banyak warga yang lebih memilih destinasi wisata jarak pendek yang bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi dibandingkan moda transportasi umum untuk perjalanan luar kota.

Pola perjalanan yang lebih terpusat pada lokasi hiburan lokal bersama keluarga, yang secara otomatis mengurangi volume keberangkatan bus antar kota di Terminal Purabaya. Fluktuasi jumlah penumpang menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen terminal yang diduga juga dipengaruhi faktor ekonomi.

Fenomena ini berdampak pula pada arus kepadatan di jalur-jalur wisata, berbanding terbalik dengan terisinya kursi di terminal bus yang melandai dibandingkan musim libur tahun-tahun sebelumnya.

Pihak terminal masih mengerahkan pengawasan ketat terhadap operasional armada meskipun volume penumpang tidak setinggi yang diprediksi. Penyesuaian jadwal dan koordinasi harian dengan perusahaan otobus semakin dipertimbangkan agar tidak terjadi penumpukan penumpang pada jam-jam tertentu.

Pengelola Terminal Purabaya tidak pasif dan terus berupaya mengatur strategi baru untuk menghadirkan armada yang lebih modern dan nyaman sehingga siap bersaing. Kehadiran fasilitas premium di dalam bus turut menjadi instrumen penting untuk memikat kembali minat calon penumpang.

"Kita tetap menyediakan armada dan koordinasi dengan pihak PO untuk meningkatkan layanan yang elegan dan relevan, misalnya dengan penyediaan bus-bus super executive hingga bus sleeper," ungkapnya.

Transformasi ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan berkualitas, sehingga masyarakat kembali tertarik menggunakan layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) di momentum liburan mendatang.




(dpe/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads