Lalin Bundaran Waru Sepi Malam Tahun Baru, Knalpot Brong juga Menurun

Lalin Bundaran Waru Sepi Malam Tahun Baru, Knalpot Brong juga Menurun

Jihan Navira - detikJatim
Kamis, 01 Jan 2026 01:36 WIB
Penyekatan lalu lintas saat malam tahun baru di Bundaran Waru.
Foto: Jihan Navira/detikJatim
Surabaya -

Jumlah pelanggaran penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut terlihat dari situasi lalu lintas yang lebih lengang, serta minimnya gangguan ketertiban hingga menjelang pergantian tahun berdasarkan pantauan dari pos pantau Waru.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya Iptu Suryadi mengatakan pemantauan dilakukan sejak sore hingga menunggu situasi benar-benar landai, khususnya di kawasan Bundaran Waru, yang menjadi salah satu titik keramaian perayaan tahun baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pantauan dari Waru hingga Bundaran Cito relatif sepi. Arus lalu lintas landai, tidak ditemukan kriminalitas maupun aktivitas yang mengganggu ketertiban seperti konvoi dengan knalpot brong," ujar Suryadi, Rabu (1/1/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih didominasi pelanggaran knalpot brong dan keramaian kendaraan menjelang malam pergantian tahun.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, memang cukup terlihat penurunannya. Tahun lalu masih ramai pelanggaran knalpot brong, sekarang jauh lebih terkendali," jelas Suryadi yang juga selaku Kepala Pos Pelayananan (Kaposyan) Cito.

Pengamanan perayaan malam tahun baru di Bundaran Waru melibatkan tim gabungan sebanyak 130 personel yang terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Pramuka, hingga Dinas Kesehatan. Seluruh personel disiagakan hingga situasi dinyatakan landai.

Suryadi menambahkan, selama rangkaian pengamanan Nataru, Polrestabes Surabaya telah menindak sebanyak 144 kendaraan yang menggunakan knalpot brong. Jumlah tersebut juga menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Total penindakan di Polrestabes untuk knalpot brong menjelang Nataru sebanyak 144 unit. Ini menurun dibanding tahun lalu. Untuk balap liar, pelakunya juga berbeda-beda, tidak terpusat pada satu kelompok," ungkapnya.

Selain pengamanan malam tahun baru, kepolisian juga memperpanjang Operasi Lilin untuk mengantisipasi arus balik mudik yang diperkirakan masih terjadi hingga beberapa hari ke depan.

"Operasi Lilin diperpanjang yang semula sampai 2 Januari, menjadi hingga 4 Januari 2026, untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat," kata Suryadi.

Meski situasi relatif kondusif, pihak kepolisian memastikan tetap melakukan antisipasi dengan membentuk tim khusus guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama libur panjang Nataru.

"Kami dari pihak kepolisian mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Surabaya yang menaati imbauan pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan pada saat ada saudara kita yang masih berduka. Terbukti dengan adanya perayaan pergantian tahun di wilayah Surabaya, yang aman, kondusif, terkendali," pungkas Suryadi.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads