Arus lalu lintas di sekitar Pos Nataru Bundaran Waru dipantau ketat pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2025). Petugas gabungan disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas pada malam tahun baru.
Sebanyak 130 petugas dari kepolisian, TNI, BPBD, Pemadam Kebakaran, anggota Pramuka, dan Dinas Kesehatan berjaga di pos tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi, menjelaskan hingga malam pergantian tahun, pemantauan arus lalu lintas dilakukan dengan mekanisme penyekatan tentatif, menyesuaikan kondisi lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini fokusnya memantau arus lalu lintas saja, tidak penyekatan total. Apabila ditemukan indikasi pengendara yang melakukan balapan atau konvoi baru kita tindak lanjutin," jelas Suryadi yang juga bertugas sebagai Kepala Pos Pelayanan (Kaposyan) Cito, ketika ditemui detikJatim pada Rabu, (31/12/2025).
Sekitar pukul 22.36 WIB, jajaran Forkopimda Jawa Timur meninjau Pos Nataru Waru untuk memastikan kesiapsiagaan petugas. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak tampak menyapa dan memberikan dukungan kepada petugas yang berjaga dalam pengamanan malam pergantian tahun.
"Selamat bertugas," ujar Bu Khofifah kepada para petugas.
Pantauan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas aman dan stabil, baik menjelang maupun sesudah pergantian tahun. Kendaraan roda dua menjadi mayoritas yang melintas.
Diketahui, arus mudik dan balik nataru diperkirakan berlangsung hingga 2 Januari. Namun, pihak kepolisian memperpanjang pelaksanaan Operasi Lilin hingga 4 Januari sebagai langkah antisipasi untuk mengamankan pergerakan masyarakat serta menjaga situasi tetap kondusif.
"Kami dari pihak kepolisian mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Surabaya yang mentaati himbauan pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan pada saat ada saudara kita yang masih berduka. Terbukti dengan adanya perayaan pergantian tahun di wilayah Surabaya yang aman, kondusif, terkendali," pungkas Suryadi.
