Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan mutasi serta penataan jabatan internal menjelang berakhirnya tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi merampingkan organisasi perangkat daerah (OPD) guna mewujudkan birokrasi yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan.
Prosesi mutasi dan penataan jabatan tersebut digelar di Pendopo Lokatantra, Rabu (31/12/2025). Penyesuaian struktur organisasi dilakukan dengan mengacu pada arah kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi belanja dan optimalisasi kinerja aparatur.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa perampingan organisasi justru menjadi peluang untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah. Dengan struktur yang lebih sederhana, proses pengambilan keputusan hingga pelaksanaan program dinilai dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan organisasi yang ramping, birokrasi bisa bergerak lebih lincah. Program pembangunan dapat dijalankan lebih efektif tanpa beban struktur yang terlalu besar," kata Yuhronur Efendi.
Ia menambahkan, kebijakan efisiensi yang saat ini digaungkan pemerintah pusat sejalan dengan langkah yang sebelumnya telah ditempuh Pemkab Lamongan. Penataan organisasi, kata dia, telah dilakukan secara bertahap demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berkelanjutan.
Dalam penyesuaian tersebut, sejumlah OPD mengalami perubahan fungsi maupun penggabungan. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperitbangda) kini mengemban tugas tambahan di bidang riset. Sementara itu, urusan permukiman difokuskan dalam satu dinas, sedangkan bidang cipta karya dilebur bersama Bina Marga.
Menurut Yuhronur, penyesuaian nomenklatur dan fungsi tersebut dilakukan agar selaras dengan regulasi serta struktur pemerintahan di tingkat pusat, sekaligus untuk menghindari tumpang tindih kewenangan antarperangkat daerah.
Menjelang akhir tahun, bupati yang akrab disapa Pak Yes itu juga menyinggung capaian pembangunan Lamongan sepanjang 2025. Ia menyebut sebagian besar target pembangunan berhasil direalisasikan, bahkan ada yang melampaui target yang telah ditetapkan.
"Berbagai program prioritas berjalan sesuai rencana. Mulai dari swasembada pangan, penguatan Koperasi Desa Merah Putih, hingga pelaksanaan program nasional seperti cek kesehatan gratis," ujarnya.
Ia berharap, efektivitas kerja yang telah terbangun sepanjang 2025 dapat terus dipertahankan pada tahun berikutnya, seiring memasuki tahun kedua kepemimpinannya sebagai Bupati Lamongan.
