Kebahagiaan Rahwito, warga Bondowoso, tak sepenuhnya utuh saat menerima Surat Keputusan (SK) sebagai tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Pasalnya, status barunya itu hanya akan ia jalani selama enam bulan sebelum memasuki masa pensiun.
Rahwito, yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga di SDN Pancoran 2 Bondowoso, dilantik secara serentak bersama 4.502 tenaga PPPK Paruh Waktu lainnya di Alun-alun Ki Bagus Bondowoso, Senin (29/12/2025).
Namun, kebahagiaan tersebut boleh dibilang hanya seumur jagung. Pada Juni 2026 mendatang, Rahwito harus pensiun lantaran usianya telah menginjak 58 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya mau gimana lagi. Wong saya diangkat sebagai tenaga PPPK Paruh waktu ini memang di usia sudah senja. Tapi lumayan, bisa pakai baju seragam korpri," katanya sembari tersenyum kecut, Selasa (30/12/2025).
Ia mengaku telah mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejak tahun 1989, namun tak pernah berhasil lolos. Meski demikian, Rahwito tidak patah semangat dan terus mencoba mengikuti seleksi setiap tahunnya karena keinginannya mengabdi sebagai aparatur negara.
Harapan baru muncul pada 2024 lalu ketika ia kembali mengikuti seleksi PPPK. Sebagai tenaga yang telah masuk database Badan Kepegawaian Negara (BKN), ia wajib mengikuti seleksi tersebut dan akhirnya dinyatakan lolos.
"Sejak tahun 2003 menjadi penjaga di SDN Pancoran 2 sebagai tenaga sukwan," ujar bapak tiga anak ini.
Selama ini, Rahwito tinggal bersama istri dan tiga anaknya di perumahan sekolah yang kosong. Ia mengaku penghasilan sebagai penjaga sekolah tidak mencukupi kebutuhan keluarga, sehingga harus mencari pekerjaan tambahan.
"Lalu pada tahun 2023, mulai mendapatkan honor daerah," tuturnya, meski enggan menyebutkan nominal honor yang diterima.
"Awalnya gak ada gaji. Lalu naik jadi Rp 50 ribu. Akhirnya, ya cari sampingan lain untuk hidup," pungkas Rahwito.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyerahkan sebanyak 4.502 SK PPPK Paruh Waktu. Rinciannya, jabatan teknis sebanyak 3.308 orang, tenaga kesehatan 546 orang, dan tenaga guru 648 orang.
(irb/hil)











































