Langkah Antisipatif Polda Jatim Perangi Narkoba Saat Perayaan Tahun Baru

Langkah Antisipatif Polda Jatim Perangi Narkoba Saat Perayaan Tahun Baru

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 30 Des 2025 10:50 WIB
Langkah Antisipatif Polda Jatim Perangi Narkoba Saat Perayaan Tahun Baru
Kapolda Jatim Nanang Avianto saat konferensi pers Analisa dan Evaluasi tahun 2025 di Gedung Mahameru/Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, Polda Jatim telah mengantisipasi peredaran narkotika. Bahkan, telah digagalkan sekak beberapa waktu silam.

Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto memprediksi peredaran narkoba akan muncul pada saat hari-hari besar. Begitu pula beberapa saat menjelang akhir tahun.

"Jadi jangan sampai nanti kegiatan pesta-pesta itu yang harusnya bagus, tercederai karena penggunaan narkoba, yang nanti akan berdampak pada perilaku-perilaku yang menyimpang atau terjadinya gangguan kamtibmas," kata Nanang, Selasa (30/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nanang memastikan, telah mengantisipasi hal tersebut. Diantaranya memutus mata rantai dengan mengungkap peredaran narkotika sejak dua bulan lalu.

ADVERTISEMENT

"Peredaran narkoba ini kita tekan 1-2 bulan kemarin, karena kita antisipasi. Biasanya menjelang akhir tahun kita belajar dari pengalaman-pengalaman yang sudah ada," ujarnya.

Polisi dengan 2 melati di pundaknya itu menjelaskan alur peredaran narkotika telah dipelajari dan mendapat pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya. Maka dari itu, pihaknya berupaya optimal dan maksimal dengan memutus peredaran narkotika yang akan memasuki Jatim.

"Kalau mendekati tahun baru, mereka sudah tahu akan ada razia di mana-mana, makanya kita lakukan beberapa bulan sebelumnya. Jangan sampai mereka melakukan stok, karena kita lihat sekarang ini peredaran narkoba sudah luar biasa," jelasnya.

"Terbukti dari beberapa penangkapan-penangkapan yang sudah dirilis secara nasional, yang barang buktinya tidak hanya puluhan, ratusan, tapi ton. Kita bisa bayangkan sabu yang hanya makai misalkan satu orang, 1 gram bisa dipakai untuk berapa orang? 5 orang. Berapa kalau 1 ton? Nah, inilah yang harus kita cegah," imbuhnya.

Nanang menyebutkan bukti konkret pengungkapan yang dilakukan pihaknya diantaranya penangkapan dan pengungkapan barang bukti hingga 52 kg. Lalu, pengungkapan yang dilakukan di Ngawi hingga 30-an kg.

"Terus kemarin kita temukan lagi ladang ganja (di Jombang). Nah, inilah yang harus kita antisipasi," paparnya.

Nanang mengimbau kepada masyarakat untuk tak ragu-ragu untuk melapor apabila mendapatkan informasi peredaran narkotika. Ia mengaku perlu peran serta masyarakat untuk memberantas narkotika di Jatim. Mengingat, salah satu sasaran peredaran narkotika adalah anak hingga remaja.

"Kami perlu masukan-masukan atau informasi dari masyarakat yang melihat, supaya kita segera menindaklanjuti. Kita bisa mencegah jangan sampai banyak korban di anak-anak kita ini. Karena potensial market sekarang ini adalah anak-anak di usia dini. Dulu kita tahu hanya remaja sampai orangtua yang makai, tapi sekarang sudah menyentuh dengan berbagai produk yang bisa dipakai di anak usia dini," bebernya.

"Nah, kita akan tahu bagaimana nanti dampaknya. Dan kita bisa mencegah itu sehingga pada saat kita melakukan kegiatan-kegiatan operasi khusus narkoba, saat kita mendapatkan entah itu tersangka atau barang bukti, pasti akan terjadi peningkatan (pengungkapan kasus) karena kita aktif. Dan kita aktif itu juga bantuan daripada masyarakat," tuturnya.

Pada tahun baru nanti, Nanang menegaskan pihaknya juga akan menyekat semua perbatasan yang menuju Jatim. Baik dari darat, laut, ataupun udara.

"Karena berbagai modus sudah kita deteksi, baik lewat udara dari bandara, lewat laut melalui pelabuhan laut (ada beberapa yang resmi dan tidak resmi), dan kemudian lewat jalur darat yang diinfiltrasi dari entah itu pengiriman dari Sumatera hingga masuk ke Jawa. Di sana pun sudah ada beberapa Polda yang memberikan kami berbagai macam cara sehingga masih banyak yang lolos," papar Irjen Nanang.

"Namun, alhamdulillah ada beberapa yang sudah kita dapatkan sebelum memasuki wilayah Jatim dan sebelum diedarkan. Dan tentunya sekali lagi, nanti pun kita akan tetap melakukan perang terhadap narkoba karena itu merupakan tugas prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jangan sampai ada lagi korban daripada anak didik kita," tutupnya.




(pfr/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads