Libur Natal, Kendaraan Masuk Kota Batu Melonjak 150%

Libur Natal, Kendaraan Masuk Kota Batu Melonjak 150%

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Kamis, 25 Des 2025 20:30 WIB
Libur Natal, Kendaraan Masuk Kota Batu Melonjak 150%
Pantauan arus lalu lintas di Simpang 3 Pendem atau pintu masuk dari arah Surabaya dan Malang menuju Kota Batu. Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim
Kota Batu -

Arus lalu lintas di Kota Batu mengalami peningkatan pada momen libur Natal 2025. Tercatat, volume kendaraan yang masuk ke Kota Wisata Batu meningkat hingga kurang lebih 150% dibandingkan periode normal atau hari biasa.

Berdasarkan pantauan detikJatim di lapangan, sejak pagi, arus kendaraan cukup ramai dari luar kota menuju Kota Batu. Terpantau petugas kepolisian di beberapa persimpangan juga turut melakukan pengaturan lalu lintas secara manual.

Perwira Pengendali (Padal) Tim Urai Satlantas Polres Batu Ipda Agus Atang Wibowo mengatakan sejak pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB, ada sekitar enam ribu kendaraan masuk wilayah Kota Batu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mulai pukul 07.00 WIB sampai siang ini pukul 14.00 WIB, kurang lebih sekitar enam ribu kendaraan. Jika dibanding hari biasa, ada peningkatan sekitar 150%," ujar Atang saat ditemui awak media pada Kamis (25/12/2025).

ADVERTISEMENT

Atang menyebut, meski mulai ada peningkatan volume kendaraan, kondisi arus lalu lintas terbilang masih terkendali. Tidak terjadi kepadatan yang membuat antrean kendaraan atau macet panjang.

"Seperti di Simpang 4 Arhanud, sejak pagi ada peningkatan volume kendaraan, cuma etika diterapkan rekayasa sederhana berupa pengaturan lampu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas), antrean bisa teratasi," jelasnya.

Ia menyampaikan untuk peningkatan arus lalu lintas tampak paling tinggi terjadi pada siang hari. Sebab, banyak wisatawan keluar masuk dari warung makan yang lokasinya berada di pinggir jalan utama.

"Seperti di Jalan Ir Soekarno setelah Jatim Park 3, laju kendaraan di area ini cenderung merambat, namun tidak sampai berhenti total. Kecepatan rata-rata kendaraan berada di angka 20-30 km/jam," ujar Atang.

"Ini disebabkan karena jam makan siang, banyak wisatawan keluar masuk tempat makan seperti Mbok Sri, Pondok Desa, Hotplet, hingga Sate Kelinci. Hal ini mengakibatkan kepadatan, tapi tidak signifikan," sambungnya.




(irb/abq)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads