MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah, Komnas PA Surabaya Soroti Hal Ini

MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah, Komnas PA Surabaya Soroti Hal Ini

Aprilia Devi - detikJatim
Kamis, 25 Des 2025 15:15 WIB
MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah, Komnas PA Surabaya Soroti Hal Ini
Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu SMA Surabaya (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan saat libur sekolah menuai sorotan. Komnas Perlindungan Anak Surabaya menilai pelaksanaan MBG pada masa liburan berpotensi tidak efektif.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya, Syaiful Bachri menyoroti rendahnya kemungkinan anak datang ke sekolah untuk mengambil MBG.

Apalagi, sebagian siswa memanfaatkan libur untuk pulang kampung atau mengikuti kegiatan lain di luar rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya yakin jarang sekali anak yang mau ke sekolah cuma sekadar mengambil satu porsi makanan, apalagi kalau jarak rumahnya jauh dan ada yang melakukan liburan atau kegiatan mengisi liburan sekolah," ujar Syaiful, Kamis (25/12/2025).

Menurutnya, kelanjutan MBG saat libur sekolah sepenuhnya bergantung pada kesiapan teknis Badan Gizi Nasional (BGN). Jika dari sisi logistik dan pelaksanaan dinilai mampu, maka program tersebut bisa tetap dijalankan. Namun, ia mengingatkan agar tidak dipaksakan.

ADVERTISEMENT

"Kalau pihak BGN mampu dan yakin tidak akan ada masalah, silakan saja dilanjutkan," katanya.

Menurutnya, sasaran MBG selama libur sekolah sebaiknya dioptimalkan pada kelompok yang lebih membutuhkan dan mudah dijangkau, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lansia. Sementara untuk anak sekolah, ia mendorong adanya pendataan yang lebih rinci.

"Untuk anak sekolah, pihak BGN dapat berkoordinasi kepada masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan seberapa sering anak-anak bersedia datang ke sekolah," imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar penyaluran MBG saat liburan dirancang dengan sistem pengantaran langsung ke rumah penerima manfaat. Skema ini dinilai lebih efektif dibandingkan memaksa anak datang ke sekolah. Namun ia tetap mengingatkan agar hal ini tak dipaksakan.

"Jangan sampai program MBG waktu liburan dipaksakan guna penyerapan atau malah menghabiskan atau menyerap anggaran yang sudah dianggarkan guna kepentingan sesuatu," pungkasnya.

Sebagaimana melansir detikEdu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama masa libur sekolah semester ganjil. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan sejumlah alternatif penyaluran agar program tersebut tetap menjangkau siswa.

Jika MBG biasanya dibagikan kepada siswa saat jam istirahat sekolah dengan menu yang telah ditentukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), selama libur sekolah, BGN menyiapkan menu siap santap seperti telur, buah, susu, abon, atau dendeng yang diberikan maksimal selama empat hari di awal masa libur.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut inventarisasi jumlah siswa yang bersedia datang ke sekolah menjadi salah satu upaya penyaluran MBG selama liburan.

"Untuk anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah," kata Dadan dalam detikNews, dikutip Selasa (23/12/2025).

BGN juga menyiapkan opsi makanan untuk diantarkan ke rumah siswa. Hal ini menindaklanjuti sejumlah orang tua atau siswa yang tak berkenan untuk mengambil ke sekolah.

"Untuk sisa hari, jika siswa bersedia datang ke sekolah, dibagikan ke sekolah, jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG," ucapnya.

"Kita sedang rancang sistem delivery setelah 4 hari libur," tambahnya.




(auh/abq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads