Kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ke Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB), Jalan Ngagel Madya, Surabaya pada Rabu (24/12/2025), meninggalkan kesan tersendiri bagi Ati Nusanto (83). Jemaat lansia itu mengaku menunggu cukup lama di depan gereja agar bisa bersalaman langsung dengan Khofifah sebelum misa malam Natal.
Ati datang diantar anaknya dari kawasan Nginden. Setibanya di lokasi, ia mendapati suasana gereja lebih ramai dari biasanya karena ada Forkopimda Jatim termasuk Khofifah yang akan datang.
"Saya datang kira-kira 20 menit dari rumah diantar anak. Terus saya tanya kok penuh, ada apa? Ternyata ada Bu Khofifah datang. Saya nunggu di depan supaya bisa salaman," kata Ati kepada detikJatim, Rabu (24/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesempatan itu akhirnya datang. Ati sempat bersalaman dan bertukar sapa singkat dengan Khofifah yang menyambangi umat. Ia mengaku senang bisa kembali bertemu, meski hanya sebentar.
"Bu Khofifah bilang selamat sore. Saya jawab selamat sore, terus terima kasih dan selamat Natal, mudah-mudahan sehat selalu," ujarnya.
Ati Nusanto misa Natal di Gereja Santa Maria Tak Bercela (Foto: Jihan Navira/detikJatim) |
Bagi Ati, pertemuan tersebut mengingatkan pada hubungan lama yang terjalin sejak Khofifah masih menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan. Saat itu, Ati aktif sebagai sekretaris DPD Organisasi Wanita Katolik Jawa Timur dan kerap bertemu Khofifah dalam kegiatan organisasi perempuan.
Ia menyebut pertemuan di gereja kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Ati masih mengingat salah satu pertemuan mereka di Ciawi, Bogor, ketika Khofifah menghadiri kegiatan organisasi dan membawa putranya yang masih kecil.
Ati mengenang ia pernah makan bersama di Cianjur. Namun karena suasananya yang ramai, ia tak sempat mengingatkan pertemuan itu ke Khofifah.
"Kalau tidak banyak orang, saya mau bilang 'Bu, beberapa tahun lalu kita pernah bertemu di Ciawi Bogor'. Tapi karena banyak orang cepat-cepat, Bu Khofifah bilang, 'nanti kapan-kapan kita bisa ketemu lagi'," tuturnya.
Meski sudah berusia sepuh, namun Ati tetap bersemangat mengikuti misa malam Natal. Hujan yang sempat turun di perjalanan tidak menghalangi niatnya beribadah. Ia menegaskan ke gereja merupakan bagian dari panggilan iman yang harus dijalani. Ati berharap perayaan Natal membawa damai dan memperkuat kebersamaan.
"Semoga Natal membawa damai. Kebersamaan itu harus dijaga, karena dari situ kita dapat kekayaan, entah kekayaan pengalaman, pemikiran, maupun pergaulan," tandas Ati.
(auh/abq)












































