Gereja Bethany Nginden Surabaya telah mematangkan persiapan ibadah Natal. Persiapan dilakukan mulai dari penataan ruang, pemasangan instalasi pohon Natal LED, gladi resik ragam tampilan, hingga koordinasi pengamanan dengan pihak eksternal.
Pendeta Gereja Bethany Nginden, Edwin Montolalu mengatakan persiapan telah dilakukan secara bertahap selama dua pekan terakhir. Sedangkan ibadah akan digelar pada Kamis (25/12/2025) pukul 18.30 WIB.
"Persiapan sekitar seminggu. Mulai dari koordinasi dengan lingkungan setempat, kepolisian setempat juga sudah kita lakukan. Kalau untuk rangkaian acara ibadah sudah dipersiapkan dua mingguan," ujar Edwin kepada detikJatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dimulai rencana 18.30 tapi biasanya open gate jam 16.30 atau lihat situasi. Kalau misal jemaat sudah hadir dan berkumpul kita buka," imbuhnya.
Menurut Edwin, pembukaan lebih awal karena berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan jemaat kerap datang jauh sebelum ibadah dimulai.
"Dari Natal-natal sebelumnya tiga jam sebelumnya sudah pada datang. Mereka memperhitungkan supaya dapat tempat yang nyaman dan bisa duduk, bisa dapat parkiran," katanya.
Gladi Resik Ibadah Natal di Gereja Bethany Nginden, Surabaya (Foto: Anastasia Trifena F/detikJatim) |
Panitia juga telah menyiapkan area parkir tambahan selain di dalam gereja. Beberapa di antaranya di sekitar Taman Intan Nginden hingga jalanan pinggir sungai menuju Gereja Bethany, serta di Stikosa AWS.
Bethany Nginden hanya menggelar satu kali ibadah Natal pada malam hari. Sementara ibadah Natal pagi akan dilaksanakan di Bethany Citraland pukul 09.30 WIB dengan tema yang sama. Tema Natal tahun ini mengusung pesan.
"The Power of Faith, The Fire of Hope, and The Heart of Love", yang akan digunakan secara serentak di seluruh gereja Bethany di Indonesia maupun luar negeri, sekaligus menjadi tema yang mengawali perjalanan iman sepanjang 2026.
Dari sisi kapasitas, gereja menyiapkan ruang ibadah untuk menampung hingga 25 ribu jemaat, dengan kemungkinan diperluas secara situasional hingga 35 ribu. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi membludaknya jemaat, termasuk dari luar kota.
"Dari tahun-tahun lalu, kalau Natal di Gereja Bethany ada yang dari Kediri bahkan Solo. Kita akan siapkan tambahan kursi agar semua yang hadir dapat beribadah dengan nyaman," ujar Edwin.
Sementara itu, instalasi pohon Natal LED yang menjadi ikon ibadah Natal tahun ini telah dipasang sejak tiga hari lalu dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada malam ini. Pohon Natal bernuansa cerah tersebut diharapkan menjadi simbol pengharapan dan terang di tengah tantangan kehidupan.
(auh/abq)

