PT Kereta Api Indonesia (KAI) memprediksi jumlah penumpang kereta api selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 meningkat 4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut diperkirakan terjadi sepanjang masa angkutan Nataru 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Heri Siswanto mengatakan, selama periode tersebut jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 991.000 orang.
"Jumlahnya meningkat 4% dibanding Nataru tahun 2025 yaitu 888.000," kata Heri kepada wartawan di Stasiun Surabaya Gubeng, Rabu (24/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengatasi lonjakan penumpang, KCI menerjunkan 540 personel. Termasuk mengantisipasi dampak bencana dengan koordinasi masif bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Kalau di Daop 8 tiap jam 16.00 melakukan koordinasi dengan teman-teman BMKG. Dari BMKG menyampaikan ramalan cuaca untuk hari ini jam sekian sampai untuk besok sore ya," jelasnya.
Sementara VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, Commuter Line Wilayah 8 Surabaya sudah melayani 204.986 penumpang per Minggu (21/12).
"KAI Commuter memproyeksikan puncak volume penumpang terjadi Minggu (28/12/2025) dengan 54.093 orang," ujar Karina.
Layanan Commuter Line menyiapkan total 50 perjalanan per hari meliputi Commuter Line Dhoho sebanyak 8 perjalanan/hari, Commuter Line Penataran sebanyak 8 perjalanan/hari, Commuter Line Blorasura sebanyak 4 perjalanan/hari, Commuter Line Arjonegoro sebanyak 9 perjalanan/hari, Commuter Line Jenggala sebanyak 13 perjalanan/hari, serta Commuter Line Supas sebanyak 8 perjalanan/hari.
Sedangkan Commuter Line Wilayah 8 Surabaya, volume tertinggi ada di Stasiun Surabaya Gubeng dengan 33.367 orang, Stasiun Wonokromo dengan 22.572 orang, dan Stasiun Malang dengan 20.389 orang.
"Dari sisi layanan, Commuter Line Dhoho menjadi relasi dengan volume pengguna tertinggi dengan 68.851 orang, disusul Commuter Line Penataran dengan 56.060 orang dan Commuter Line Blorasura dengan 21.844 orang," pungkasnya.
(auh/abq)
