Apa Makna Natal Menurut Alkitab? Ini Pesan Utamanya

Apa Makna Natal Menurut Alkitab? Ini Pesan Utamanya

Jihan Navira - detikJatim
Rabu, 24 Des 2025 12:40 WIB
Apa Makna Natal Menurut Alkitab? Ini Pesan Utamanya
ILUSTRASI PERAYAAN NATAL. Foto: Getty Images/SyhinStas
Surabaya -

Identik dengan pohon Natal dan lagu-lagu meriah, hari Natal sebenarnya punya makna teologis yang mendalam. Dalam Alkitab, hari Natal dimaknai sebagai peristiwa penting yang membawa pesan harapan dan masa depan bagi manusia melalui kelahiran Yesus Kristus.

Lebih dari 2.000 tahun lalu di Betlehem, kisah itu bermula dari sebuah palungan sederhana. Kisah kelahiran Yesus ini dicatat dalam Injil Lukas dan Matius, dan diyakini sebagai penggenapan nubuat tentang Mesias yang membawa harapan untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

Dalam Kitab Lukas Natal Nyatanya tentang Tuhan yang Mengutus Juru Selamat

Kitab Lukas pasal 2, mengisahkan kisah Maria dan Yusuf harus pergi ke Betlehem karena dekret sensus dari Kaisar Augustus yang mewajibkan setiap orang mendaftar di kota asal leluhurnya. Di kota inilah Yesus lahir. Bukan di tempat nyaman, melainkan di kandang karena tidak ada kamar penginapan yang tersedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kitab Lukas sejak awal menegaskan bahwa Allah datang ke dunia bukan lewat kemewahan, tapi lewat kesederhanaan. Kelahiran Yesus terjadi di ruang sempit, dekat dengan realitas hidup orang-orang kecil yang sering terpinggirkan.

Orang majus datang saat kelahiran Yesus. (Dok. alkitabonline.org)Orang majus datang saat kelahiran Yesus. (Dok. alkitabonline.org) Foto: Orang majus datang saat kelahiran Yesus. (Dok. alkitabonline.org)

Menariknya lagi, kabar kelahiran Yesus pertama kali justru disampaikan kepada para gembala, bukan pemimpin. Malaikat pada saat itu berkata, "Jangan takut sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat," (Lukas 2:10-11).

ADVERTISEMENT

Pesan ini menegaskan bahwa kelahiran Yesus adalah kabar baik bagi semua orang, tanpa memandang status sosial. Para gembala sebagai kelompok sederhana dalam masyarakat turut menjadi saksi pertama kelahiran Kristus, menegaskan bahwa keselamatan Allah terbuka bagi siapa saja.

Lalu, muncul nyanyian malaikat tentang kemuliaan Allah dan damai sejahtera di bumi. Di sini, Natal dimaknai sebagai momen perdamaian hubungan antara Allah dan manusia dipulihkan lewat kelahiran Kristus.

Tak Terkecuali, Yesus Datang untuk Semua Orang

Tuhan sengaja memilih orang yang diabaikan oleh budaya dan kita melihat itu di seluruh pelayanan Yesus, di mana Dia menjangkau pemungut cukai, pezina, dan bahkan pembunuh pengikutnya.

Dia datang untukmu, Dia datang untuk saya. Seperti berita terbesar dalam sejarah pertama kali diceritakan kepada orang-orang biasa kelas pekerja, sama seperti kebanyakan dari kita.

Saat itu, kepada para gembala, Dia mengutus seorang malaikat, yang kemudian "bergabung dengan sejumlah besar orang lain", ketika mereka berada di ladang. Sedang kepada orang-orang majus, Dia mengirim bintang yang bergerak dan mengarahkan mereka langsung kepada Yesus.

Jika melihat Kitab Matius 2, kita semua mendapatkan dua gambar indah dari gembala dan malaikat yang rendah hati, sedangkan yang lainnya dengan orang bijak dan bintang.

Kedua kelompok orang ini sangat berbeda. Para gembala berada di bagian bawah tangga sosial dalam budaya, sedangkan orang-orang bijak (Majus) adalah orang-orang yang sangat kuat, berpendidikan, dan berpengaruh. Namun, Tuhan masih berbicara kepada keduanya.

Dalam Matius 2, dijelaskan bahwa orang-orang Majus datang dari Timur ke Yerusalem untuk mencari dan menyembah raja orang Yahudi. Mendengar kabar tersebut, Herodes yang gelisah diam-diam memanggil orang-orang majus itu untuk menyelidiki mengenai anak yang telah lahir (Yesus) dengan alasan akan turut menyembah setelahnya.

Orang-orang Majus pun datang dengan mengikuti bintang-bintang menuju tempat kelahiran Yesus. Di saat itulah Majus menyembah Yesus dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya berupa emas, kemenyan, dan mur.

Sebelum kembali, Majus mendapat mimpi dari Malaikat yang memperingatkan supaya jangan kembali kepada Herodes, maka mereka pulang ke negerinya melalui jalan yang lain.

Sesungguhnya, kedatangan orang Majus yang menyembah bayi Yesus sebagai Raja, kontras dengan ancaman Herodes, menekankan penyembahan universal dan perlindungan ilahi.

Natal adalah Bukti Kasih dan Kesetiaan Allah

Begitu pula dengan Matius ayat 1-17 yang memiliki makna teologis mendalam untuk Natal, di mana Alkitab itu membuktikan Ia sebagai Mesias yang dijanjikan dari Abraham dan Daud, serta menunjukkan kesetiaan Allah dalam sejarah keselamatan.

Secara jujur, Matius 1 juga mencantumkan tokoh kontroversial seperti Tamar (perzinahan), Rahab (pelacur Kanaan), dan Batsyeba (istri Uria yang berzinah dengan Daud), termasuk wanita non-Yahudi. Hal ini menunjukkan Allah memakai orang berdosa dan luar biasa untuk lahirnya Juru Selamat dengan menekankan kasih karunia yang merangkul semua umat.

Dengan ini, Natal berarti Tuhan rela masuk ke realitas manusia yang rusak, bahwa kelahiran Yesus adalah kabar baik bagi semua orang, tanpa memandang status sosial. Para gembala sebagai kelompok sederhana dalam masyarakat turut menjadi saksi pertama kelahiran Kristus, menegaskan bahwa keselamatan Allah terbuka bagi siapa saja.

Natal adalah pengingat bahwa Tuhan akan selalu menjangkau kita di mana kita berada sebagaimana yang pada saat itu Dia berbicara kepada masing-masing dalam bahasa yang dapat mereka pahami.




(dpe/irb)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads