Kampung Katolik Ponorogo dan Tradisi Natal di Sana

Kampung Katolik Ponorogo dan Tradisi Natal di Sana

Anastasia Trifena - detikJatim
Senin, 22 Des 2025 19:00 WIB
Kampung Katolik Ponorogo dan Tradisi Natal di Sana
ILUSTRASI GEREJA KATOLIK. Foto: Unsplash/Josh Applegate
Ponorogo -

Kampung Prambatan yang terletak di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo merupakan kampung yang 90% penduduknya beragama Katolik. Lokasinya cukup terpencil, sekitar 1 kilometer lebih dari pusat Desa Caluk karena kampung ini berada di tengah hutan jati di lereng Gunung Loreng.

Informasi dari berbagai sumber mengatakan masyarakat di desa ini harus menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer menuruni gunung untuk beribadah. Rata-rata mereka menggunakan motor ataupun berjalan bersama-sama menuju gereja di pusat desa.

Masuknya Agama Katolik ke Kampung Prambatan

Terbentuknya Kampung Katolik di Ponorogo ini berawal dari kedatangan seorang guru beragama Islam. Melansir dari kanal YouTube Purbo Sasongko, saat itu, sekitar tahun 1963, beberapa daerah di Indonesia sedang mengalami mangsa larang pangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kampung Prambatan menjadi salah satu yang terkena dampaknya, krisis pangan atau paceklik terjadi di sana. Lalu, datanglah seorang guru beragama Islam yang bekerja sama dengan yayasan, dan seorang romo memberi bantuan makanan, sembako, hingga lapangan pekerjaan.

Karena kebaikan mereka dan rasa penasaran akan pengajaran agama Katolik, akhirnya perlahan mulai banyak penduduk yang ikut menganut agama Katolik. Kini, sudah 60 tahun berlalu sejak agama Katolik pertama kali masuk Kampung Prambatan, dan dianut kurang lebih 200 penduduknya.

ADVERTISEMENT

Toleransi Warga Saat Hari Natal

Meski mayoritas warganya beragama Katolik, masih ada penduduk yang memeluk kepercayaan lain, salah satunya Islam. Namun, perbedaan tersebut tidak mempengaruhi keakraban antarpenduduk.

Justru mereka saling membantu dan mengunjungi saat perayaan hari besar seperti Natal. Tradisi berkunjung selepas Misa Natal sudah dilakukan turun temurun di kampung ini sejak dulu kala.

Tak hanya sesama Katolik, penduduk muslim juga berkumpul dan memberi selamat kepada tetangga yang sedang merayakan hari raya Natal. Beragam jajanan dipastikan selalu ada di atas meja, didampingi dengan pohon natal dan hiasan-hiasan lainnya yang menyemarakkan suasana rumah-rumah pengunjung.

Anak-anak muda di Kampung Prambatan turut serta memeriahkan perayaan. Mereka biasanya mengadakan perlombaan untuk anak-anak maupun acara kumpul-kumpul menjelang Natal.

Kampung Prambatan yang lebih dikenal sebagai Kampung Katolik Ponorogo menjadi wujud nyata dari Indonesia yang penuh keberagaman dan toleransi. Selamat merayakan hari raya Natal, semoga dalami selalu menyertai.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads