- Wilayah Jawa Timur Berstatus Waspada
- Peringatan: Sejumlah Kecamatan Berpotensi Banjir
- Rekomendasi BMKG untuk Masyarakat Hindari wilayah rawan banjir dan longsor Siapkan perlengkapan darurat Pemerintah daerah diminta mengecek drainase Musim hujan jadi momentum menanam pohon Pantau informasi BMKG secara berkala Puncak Musim Hujan Diprediksi Berlangsung Hingga Januari
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Timur pada Rabu (3/12/2025). BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Sejumlah daerah di Jawa Timur berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan dapat disertai kilat atau petir.
Melalui keterangan resmi yang dibagikan di akun Instagram BMKG Juanda, cuaca ekstrem diperkirakan mulai meningkat sejak siang hingga malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang menandai masuknya puncak musim hujan di Jawa Timur. Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap potensi genangan, banjir, pohon tumbang, dan penurunan jarak pandang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Wilayah Jawa Timur Berstatus Waspada
BMKG menetapkan status Waspada untuk hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah. Berikut daftar wilayah yang dinilai memiliki potensi hujan tinggi:
- Bangkalan
- Bojonegoro
- Bondowoso
- Gresik
- Jember
- Jombang
- Kediri
- Kota Batu
- Kota Probolinggo
- Lamongan
- Madiun
- Malang
- Mojokerto
- Nganjuk
- Pasuruan
- Probolinggo
- Situbondo
- Trenggalek
- Tuban
- Magetan
- Ngawi
- Pacitan
- Ponorogo
Untuk kategori Siaga, Awas, dan angin kencang, BMKG menyatakan nihil untuk hari ini. Meski begitu, masyarakat tetap diminta memantau perkembangan cuaca secara berkala mengingat kondisi atmosfer di wilayah Jawa Timur dapat berubah cepat.
Peringatan: Sejumlah Kecamatan Berpotensi Banjir
Selain status hujan lebat, BMKG juga merilis peringatan dini mengenai potensi banjir di beberapa kecamatan. Intensitas hujan tinggi dan kondisi topografi wilayah tertentu dapat meningkatkan risiko banjir dan genangan.
Kecamatan yang masuk dalam daftar potensi banjir hari ini antara lain:
- Kec. Babat, Lamongan
- Kec. Benowo, Surabaya
- Kec. Jrengik, Sampang
- Kec. Rejoso, Pasuruan
- Kec. Rogojampi, Banyuwangi
- Kec. Tempeh, Lumajang
- Kec. Durenan, Trenggalek
- Kec. Bagor, Nganjuk
- Kec. Wonoasri, Madiun
- Kec. Kasiman, Bojonegoro
BMKG mengingatkan warga di wilayah tersebut untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada sore hingga malam hari ketika potensi hujan lebat meningkat.
Rekomendasi BMKG untuk Masyarakat
Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BMKG Juanda memberikan sejumlah imbauan yang perlu diperhatikan masyarakat, termasuk pemerintah daerah. Berikut rekomendasi lengkapnya:
Hindari wilayah rawan banjir dan longsor
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat. Area perbukitan, bantaran sungai, dan kawasan berdrainase buruk perlu dihindari sementara waktu.
Siapkan perlengkapan darurat
BMKG menyarankan warga menyiapkan senter, obat-obatan pribadi, jas hujan, hingga power bank untuk mengantisipasi kondisi darurat bila hujan lebat menyebabkan listrik padam atau akses terhambat.
Pemerintah daerah diminta mengecek drainase
Saluran air dan gorong-gorong harus dipastikan bersih dari sampah agar mampu menampung debit air tinggi. Pemeriksaan rutin dapat meminimalkan risiko genangan atau banjir mendadak.
Musim hujan jadi momentum menanam pohon
BMKG menilai musim hujan merupakan waktu ideal untuk penanaman pohon sebagai upaya jangka panjang. Vegetasi yang kuat dapat mengurangi risiko longsor, memperkuat struktur tanah, dan memperbaiki resapan air.
Pantau informasi BMKG secara berkala
Masyarakat diimbau mengikuti pembaruan cuaca melalui aplikasi INFO BMKG, media sosial resmi, layanan SMS Blasting BMKG-KOMDIGI, hingga Call Center 196. Informasi aktual sangat penting untuk menentukan waktu perjalanan maupun kegiatan harian.
Puncak Musim Hujan Diprediksi Berlangsung Hingga Januari
BMKG Juanda sebelumnya juga menyampaikan bahwa puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur diperkirakan berlangsung mulai akhir November hingga Januari.
Sejumlah faktor atmosfer, termasuk monsun Asia dan anomali suhu permukaan laut di sekitar Jawa, turut meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif pemicu hujan lebat.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi dalam beberapa minggu ke depan, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan peringatan dini yang dirilis BMKG. Langkah antisipasi yang tepat dapat meminimalkan dampak bencana sekaligus menjaga keselamatan selama beraktivitas
(ihc/ihc)
