Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa transformasi Danantara tak boleh berhenti pada konsep dan wacana. Ia meminta reformasi BUMN tersebut menghadirkan dampak nyata bagi daerah, terutama lewat penciptaan lapangan pekerjaan dan penurunan angka kemiskinan.
Hal ini diungkapkan Eri saat hadir dalam Round Table Discussion (RTD) dengan tema "Peta Baru Ekonomi Pasca Reformasi BUMN: Jawa Timur Dapat Apa?" yang digelar Nagara Institute berkolaborasi dengan Akbar Faizal Uncensored.
Eri Cahyadi menegaskan, perlu adanya dampak ekonomi yang nyata dari transformasi Danantara bagi daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya saya berharap dengan transformasi Danantara ini, intinya satu, membuka lapangan pekerjaan," kata Eri di Rama Ballroom, Hotel Wyndham, Surabaya, Selasa (2/12/2025).
Menurut Eri, transformasi yang gagal menyerap pengangguran dan mengurangi kemiskinan, itu merupakan suatu kegagalan.
"Apapun transformasinya, kalau tidak menyerap tenaga kerja, tidak mengurangi kemiskinan, gagal lah itu semuanya," tegas Eri.
Diketahui, forum ini melibatkan banyak pihak, mulai dari para pakar ekonomi, kebijakan publik, tokoh strategis dari pemerintah ataupun dunia usaha. Topik yang diangkat mengenai transformasi ekonomi Indonesia pasca reformasi di sektor badan usaha milik negara.
RTD digunakan sebagai ruang diskusi independen untuk mengetahui dampak reformasi BUMN terhadap pemerataan ekonomi daerah, terutama Jawa Timur yang dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan terbesar di Indonesia.
"Kami mengambil peran memediasi pemikiran publik tentang apakah kehadiran Danantara sebuah jalan keluar atau justru tetap sebuah problem. Nagara Institute melakukan kajian untuk didiskusikan dengan para pemikir, pembuat kebijakan, dan kritikus kebijakan," jelas Akbar Faizal yang menjadi pemandu acara.
Acara ini turut menghadirkan dua peneliti Nagara Institute yaitu Prof. Dr. Satya Arinanto, S.H., MH dan Dr. R. Edi Sewandono, S.H. Keduanya berperan sebagai pemantik dan akan menjelaskan hasil temuan awal dan kajian Nagara Institute soal BPI Danantara dan mandat barunya bagi kemakmuran Indonesia.
Adapun empat narasumber yang hadir dalam forum ini yaitu Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc, Ketua Komisi XI DPR RI Dr. H. Mukhamad Misbakhun, S.E., M.H, lalu akademisi Prof. Dr. Imron Mawardi, S.P., M.Si Dosen Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga), serta pakar ekonomi Ferry Latuhihin, M.Sc.
Pakar Ekonomi Ferry Latuhihin menilai, kegiatan ini sangat positif karena menghadirkan ruang diskusi antara para pelaku lapangan, para pemangku jabatan, serta para kepala daerah.
"Kalau bisa kita keliling ke seluruh Indonesia, bukan Cuma daerah Jawa Timur aja, bukan Cuma Surabaya aja. Juga untuk memberikan masukan kepada pemerintah pusat, mengambil keputusannya. Terutama adalah pak presiden mungkin lebih mengetahui keadaan yang sesungguh di Jakarta, bukan cuma di pusat gitu, masukan-masukan dari masyarakat langsung," jelas Ferry.
(hil/hil)











































