Kisah Pasutri yang 22 Tahun Tinggal di Dasar Jurang Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Minggu, 30 Nov 2025 14:00 WIB
Pasutri yang 22 tahun hidup di dasar jurang Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Setelah heboh temuan manusia gua di Jombang, kisah serupa terkuak di Mojokerto. Sepasang suami istri ditemukan telah 22 tahun tinggal di dasar Jurang Gembolo, perbatasan Kecamatan Pacet dan Trawas, tepatnya di lembah terpencil di kaki Gunung Welirang yang hanya bisa dicapai dengan perjalanan curam dan berbahaya.

Jurang Gembolo sangat dalam di antara dua bukit kawasan Gunung Welirang. Rumah pasutri Karmin alias Pak Soleh (71) dan Simpen (56) benar-benar di dasar jurang ini. Dari sisi Kecamatan Pacet, akses paling dekat melalui Dusun Bulak Kunci, Desa Nogosari.

Dari Bulak Kunci, kita melalui jalan setapak yang biasa dilewati para petani setempat. Jalan setapak ini masih bisa ditempuh menggunakan sepeda motor. Namun, harus ekstra hati-hati karena selain konturnya menurun, di beberapa bagian jalan, sisi kirinya berupa jurang yang sangat dalam.

Pasutri yang 22 tahun hidup di dasar jurang Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

Sekitar 15 menit melalui jalan setapak, sampai di ujung jalan yang bisa dilewati sepeda motor. Panorama alam di sini sangat memukau. Yaitu berupa hutan pinus, perkebunan yang tertata begitu rapi nan hijau, serta rimbunnya perbukitan, lembah dan jurang di lereng Gunung Welirang.

Selanjutnya, untuk sampai ke rumah pasangan Karmin dan Simpen, detikJatim mesti jalan kaki sekitar 30 menit dengan medan yang menantang. Awalnya, perjalanan melalui plengsengan saluran irigasi di perkebunan warga. Jalan setapak ini landai sehingga tak seberapa menguras energi.

Semakin masuk ke dalam hutan, setiap langkah harus diperhitungkan. Sebab jalan setapak sebelah saluran irigasi ini berbatasan langsung dengan jurang yang sangat dalam. Sedangkan sisi kanan saluran irigasi berupa bukit yang tinggi dengan hutan sangat lebat dan alami. Gemericik air, nyanyian serangga hutan dan sejuknya udara lereng Gunung Welirang mengiri setiap langkah.

Medan kian menantang saat kita harus turun ke dasar Jurang Gembolo. Jalurnya sangat curam, licin dan membelah semak-semak. Selanjutnya, kita menyeberang sungai, lalu naik ke hutan bambu yang sangat asri dan rindang. Setelah keluar dari hutan bambu inilah kita sampai di rumah Karmin dan Simpen.

"Saya sudah 20 tahun lebih tinggal di sini, sejak tahun 2003," terang Karmin kepada wartawan di rumahnya, Minggu (30/11/2025).

Karmin dan Simpen menumpang di lahan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan. Secara administrasi, rumah pasutri ini masuk Desa Sukosari, Trawas, Mojokerto. Meski di dasar jurang, area yang mereka tempati cukup datar. Sekitar 50 meter di sebelah kiri rumah terdapat aliran sungai.



Simak Video "Video: Nikmati Sensasi Pantai Buatan di Ketinggian 1.300 Mdpl Mojokerto"


(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork